Jamaah Tablig

Sunday, August 20, 2006

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.