Jamaah Tablig

Sunday, August 20, 2006

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

Kemudian kami balas selebaran tersebut dengan sepucuk surat sebagaimana di bawah ini.

Perihal : Menanggapi Selebaran Foto Copy Kepada

“Mambongkar Kedok Jama’ah Tabligh” Yth : Pengurus Salafi di Masjid Babul Khasanah

Di-

Bismillahirrahmanirrahim T e m p a t

Assalamu Alaikum Wr. Wb.

Bersama ini kami sangat menghargai informasi tentang keadaan Jama’ah Tabligh yang disampaikan oleh seorang remaja dari kaum Salafi dengan membagi-bagikan selebaran foto copy berjudul “Membongkar Kedok Jama’ah Tabligh” sebanyak 3 (tiga) lembar seusai shalat Maghrib pada tanggal, 14 Agustus 2005 saat rombongan kami yang kebanyakan berasal dari Palopo, Sidrap, dan Makassar untuk melakukan Silaturahim selama 3 (tiga ) hari di Masjid Babul Khasanah Lingkungan Solojirang Kelurahan Turikale Kecamatan Turikale Kabupaten Maros.

Setelah kami mengetahui apa yang telah menjadi isinya justru kami merasa sedih ternyata keyakinan kaum Salafy diam-diam berseberangan dengan Jama’ah Tabligh. Sebab isinya mencela suatu kaum bahkan memfitnah terhadap seorang Alim Ulama’ yang telah berhasil menyelamatkan ratusan juta manusia dari tepi jurang api neraka. Apakah tuan-tuan tidak ingat tentang firman Allah terdapat pada Al-Qur’an surah Al-Buruj ayat ke-10 yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang memfitnah muslimin atau muslimat kemudian mereka tidak bertaubat maka bagi mereka disediakan neraka jahannam yang akan membakarnya”. Bahkan hinaan tuan-tuan terhadap Jama’ah Tabligh selama ini telah mencerminkan bahwa didalam hati tuan-tuan terdapat sikap takabur terhadap kebenaran agama. Perhatikan firman Allah yang artinya : “Boleh jadi kaum yang kalian olok-olok itu justru lebih baik dari kaum yang mengolok-olok”. (Q.S Al-Hujarat : 11)

Meskipun ayat menyebutkan demikian namun kami serombongan Jama’ah Silaturahim tetap berprasangka baik dan kami yakin bahwa tuan-tuan hanya karena salah langkah saja (terprovokasi). Sehingga kami merasa sangat risau dan berfikir bagaimana agar seluruh umat manusia di negeri ini diberikan petunjuk serta rahmat dari Allah SWT. Bahkan bagaimana agar Allah SWT menurunkan hidayah-Nya kepada umat manusia di seluruh dunia sehingga mereka hidup bahagia sejahtera lahir dan batin, mati masuk surga terhindar dari siksa neraka.

Dibawah ini kami sampaikan sebuah berita menarik dari beberapa berita yang disampaikan oleh orang Afrika Selatan pada saat mereka keluar di jalan Allah di Makassar beberapa bulan lalu yaitu beliau katakan lewat juru bicaranya : “Bahwa ada seorang Ulama’ besar yang sangat gigih merintangi Jama’ah Tabligh, suatu ketika beliau meninggal dunia. Entah do’a apa yang dipanjatkan kepada Allah SWT oleh Jama’ah Tabligh yang pernah diusirnya itu. Sehingga suatu malam para Ustadz pada bermimpi dengan mimpi yang sama yaitu bertemu dengan arwah ulama tersebut. Singkat cerita beliau katakan : “Bahwa berkat do’a yang dipanjatkan oleh orang-orang yang pernah aku usir dulu itu sehingga segala dosaku diampuni oleh Allah SWT, bahkan diriku sempat diperlihatkan oleh Allah untuk masuk ke surga yang tanahnya sangat subur dan luas sekali, tapi anehnya semua tanah telah dikapling-kapling oleh orang-orang yang bersorban dan berjenggot. Demikian berita Gaib dari Arwah Ulama tersebut, sehingga hari berikutnya para Ustadz dan semua santri pada ambil usaha Nubuwah yaitu usaha Dakwah Jumpa Umat yang biasa disebut Jama’ah Tabligh.

Ada lagi berita menarik yang berasal dari Bapak H. Jufri (Kalau tidak salah Bidang Pemerintahan Gubernur Sulawesi Selatan) yang Masjid beliau terletak di Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa saat kami bersilaturahim jumpa umat beberapa bulan lalu. Beliau katakan : “Bahwa di luar negeri terutama di negara-negara Non Muslim sangat pesat perkembangan umat islam yang di bawa oleh Jama’ah Tabligh. Bahkan suatu ketika pernah ada seorang mualaf yang menderita sakit lumpuh dan biasanya beri’tikaf di dalam Masjid. Setiap ada orang yang hendak keluar di jalan Allah beliau selalu ucapkan : “Anda sangat beruntung-anda sangat beruntung”. Seraya berlinang air mata. Suatu ketika orang tersebut meninggal dunia tapi anehnya mengapa seluruh tubuhnya mengeluarkan keringat yang berbau sangat harum sehingga tangan-tangan orang yang memandikan mayat tersebut setelah seminggu masih tercium bau harum (katanya). Percaya atau tidak tentang adanya berita tersebut terserah pada tuan-tuan akan tetapi hal ini boleh ditanyakan Kepada Bapak H. Jufri yang bekerja di kantor Gubernur Sulawesi Selatan.dan berita semacam itu juga pernah terjadi di Kabupaten Palopo.

Mestinya kedatangan kami serombongan di Masjid tuan diterima dengan baik hati bukan malah setiap selesai sholat fardhu tuan-tuan pada pulang semua, sebab dijaman sekarang betapa banyak umat islam yang pada meninggalkan Masjid-Masjid bahkan terjerumus pada kemaksiatan. Sehingga tugas kami hanyalah berusaha sebatas mengajak mereka memakmurkan Masjid dan tugas tuan-tuan tentunya yang mengajari mereka tentang masalah ilmu agama, sehingga terjalin kerjasama yang baik sebagaimana pernah dialami oleh para sahabat Nabi SAW (yakni kaum Muhajirin dan kaum Anshar) tempo doloe. Jangan malah tuan-tuan memfitnah yang tidak-tidak. Apakah tuan-tuan merasa tidak senang kalau umat manusia pada berbondong-bondong masuk agama islam?. Itulah manfaat adanya hadits Nabi Muhammad SAW yang berbunyi : “Ikhtilafu Ummati Rohmatun” meskipun hadits tersebut adalah doif/lemah. Dengan adanya balasan kami ini hendaknya tuan-tuan (kaum Salafiah) jangan merasa pesimis terhadap Jama’ah Tabligh sebab kebanyakan di dalamnya juga berasal dari orang-orang yang tadinya menentang dulu serta menganggap enteng termasuk kami.

Demikian harapan kami atas kerjasama yang baik mari kita perjuangkan agama Allah yang haq di muka bumi ini sampai hari kiamat. Semoga Allah meridhoi usaha mulia kita bersama.

Subhanallah wabihamdihi-subhanakallohumma wabihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka waatubu ilihi.

Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid Babul Kahasanah, 16 Agustus 2005

Ttd

TABIB ABDUL RAKHIM ERJAM

(Tembusan Sedang Dimusyawarahkan) Alamat Jl. Mannuruki IX No. 35 A

Telp. (0411) 861958 Makassar

HASIL PENGKUAN SETELAH DITANYAKAN :

Seorang warga setempat (teman kami) pernah bertanya kepada yang kami disurati, Bagaimana tanggapan anda tentang isi surat dulu itu ? jawab mereka : Saya baru menyadari atas kesalahan saya dan teman-teman saya selama, ini memang orang-orang yang terlanjur dengki yang dilihat hanya bagaimana mencari kesalahan orang lain tanpa menyadari akan kesalahan dirinya sendiri, doakan agar kami dan teman-teman kamisegera dapat hidayah dari Allah.

Bagaimana komentar dari penulis surat ?

Proses seseorang memperoleh Hidayah Allah ada berbagai macam cara.

Ada yang langsung menerima setelah dinasehati, ada yang menentang dan ada yang tidak langsung menerima dan tidak pula menentang tapi dipikir-pikir dulu baru setelah beberapa tahun kemudian tiba-tiba Allah bukakan pintu hatinya.

Setiap muslim memang wajib menuntut ilmu. Tetapi hasil ilmu agama adalah untuk mencuci qalbu dan membenarkan amalnya, jangan sampai ilmu benar tapi cara mengamalkannya salah.

Ada seseorang di jaman Nabi Muhammad SAW, dikatakan dia ahli surga, sehingga Sayyidina Ali, ra. menginap selama 3 hari di rumah orang tersebut, akan tetapi beliau tidak melihat sedikit amalan yang menonjol kecuali orang tersebut suka meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain.

Apa sebab tabligh tidak mau mengajarkan ilmu agama kepada para pengikutnya ? dan hanya menggalakkan dakwah jumpai umat ? jawabnya : Umat Islam di jaman sekarang sudah banyak orang yang berilmu tapi mengapa justru umat Islam semakin berpecah belah dan berselisih paham, sehingga umat Islam semakin lemah ?

Maka Maulana Ilyas di India, buat cara lain: sebab berselisih dan berpecah belah tidak pernah dicontohkan oleh Nabi dan para sahabat. Cara lain tersebut berupa dakwah ilalloh tentang cara perbaiki imannya diri dan tidak membahas ilmu kecuali sedikit. Ibarat kendaraan angkutan umum yang disediakan untuk setiap pengguna jalan atau ibarat jasa periklanan yang ditawarkan untuk mengiklankan produk perusahaan atau ibarat prangko dengan lemnya, yang masing-masing saling membutuhkan. Demikian usaha dakwah sistem Maulana Ilyas didalam mempersatukan umat Islam di seluruh dunia.

Kami yakin jika para alim ulama‘ telah menggabung didalam tabligh niscaya ilmu ulama’ akan dapat dicontoh oleh masyarakat luas secara silih berganti kemudian ulama tersebut akan terhindar dari sifat ahli kitab tidak disukai oleh Allah. Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda yang artinya, bahwa pada suatu saat sunnahku akan dapat ditegakkan kembali setelah sekian lama rusak akibat diperselisihkan.

Di tabligh diajarkan agar kita semakin merasa tidak tahu dan merasa bersalah. Aneh bukan ? itulah sifat padi yang semakin berisi semakin menunduk. Bagi alim ulama yang telah mengenal usaha tabligh tidak sedikit mereka yang telah meluangkan waktunya untuk keluar di jalan Allah selama setahun bahkan ada yang bertahun-tahun. Aneh bukan, kena apa sampai terjadi begitu ? tanyakan saja pada mereka atau ikuti jejak mereka.

Contoh : pengalaman orang naik pesawat terbang, tentu tidak cukup dibicarakan kepada pendengar tanpa pendengar tersebut diajak ikut naik pesawat. Sebab para sahabat Nabi dulu belajar agama melalui ikuti Nabi Saw yang sedang berkorban di jalan Allah disebut tasykil, bukan melalui membaca seperti yang ada di internet ini. Mana dalilnya tasykil?

Dalilnya jika anda segera laksanakan. Contoh : di Makassar disetiap Agustus ada Pameran Pembangunan yang dipusatkan di wilayah Benteng Somba Opu, jika anda segera pergi ke sana itu namanya anda tertasykil, akan tetapi jika anda bertanya terus dan tidak mau pergi kesana itu namanya hanya pandai bersilat lidah. Jika semacam itu anda merasa paling benar maka anda sebenarnya telah ketinggalan jaman hanya tidak dirasa maka jangan heran bila suasana di jaman sekarang telah jauh dari suasana para sahabat dahulu, kasihan umat Islam khan ?

Bukankah Nabi SAW, pernah bersabda : Umatku kelak akan dihadapkan musuh yang paling dahsyat yaitu berupa hawa nafsu yang ada di dalam diri sendiri. Kalau Nabi dahulu berdakwah menghadapi berbagai rintangan kena apa di jaman sekarang dakwah mendapatkan amplop tak berprangko ? maaf, dahulu beliau pernah diolok-olok bahkan diusir mengapa sekarang dakwah justru mengolok dan mengusir (misalnya) Kalau kita mengaku sebagai pengikut Nabi, yuk kita belajar praktek agama sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit,Insya Allah.

PERTANYAAN :

Bagaimana cara menghadapi orang-orang yang selalu menganggap bahwa Tabligh adalah bid’ah atau sesat ?

Jawab : Caranya kita hormati mereka, kita dekati mereka, kalau perlu kita berikan hadiah buat mereka misalnya, berupa parvum, buah-buahan atau apa saja yang kira-kira mereka senangi. Jika mereka menerima maka pada saat itu perbuatan kita tidak dianggap bid’ah atau sesat oleh mereka. Kalau mereka tetap mencela tabligh maka ketahuilah bahwa yang mencela tidak lebih baik daripada yang di cela. Dan kalau mereka suatu saat tidak disiksa oleh Allah maka mereka akan mendapatkan petunjuk. Insya Allah.

104 Comments:

Anonymous Anonymous said...

Samadhi Pada

are generally attributed by scholars to be written either 200 bce or even later. Scholars such as S.N. Dasgupta[1], claim this is the same Patanjali who authored the Mahabhasya, a treatise on Sanskrit grammar. Other scholars like Hermann Jacobi[2] believe that there was another Patanjali who has written the work around the 5th c. C.E or later. The Sutras are built on a foundation of Samkhya philosophy and the Bhagavad Gita and its division into its own version of an Eight limbs of Yoga reminiscent of Buddha's Noble Eightfold Path and inclusion of Brahmaviharas (Yoga Sutra 1:33) show Buddhist influence

12:25 AM  
Blogger Herson said...

ya akhi smoga allah jalla wa ala memberimu hidayah,
jika antum tidak tau kebenaran maka antum akan sesat, jiaka antum tdk tau kesesatan antum akan sesat
1+1=3 kita kan mengatakan salah sebab kita tau jawaban yg benar adalah 2
kenapa jamaah tablig sesat karena menyimpang dari kebenaran (www.salafy.or.id)

7:41 AM  
Blogger harwanto said...

jgn merasa benar dulu apakah kalian org2(salafi) udah di jamin surga? sesungguhnya apa yang kita samapaikan akan kembali kpd kita sendiri.kalian belum tentu seperti mereka yang mereka berani mengajak kpd ma'ruf dari rmh ke rmh,di jln2,bisanya hanya mencela,membid'ah,mefitnah...sebenarnya yang kalian hina itu bukan jamaah tabligh tapi agama kalian sendiri!!! Allah memberikan ilmu kpd kita untuk di amalkan bukan untuk diperdebatkan krn perbedaan adalah rahmat dari Allah. ana dan kalian org salafi ga ada jaminan masuk surga,klo jaminan masuk neraka ada... apa sih yg kita cari didunia ini??? kita hidup didunia ga lama cuma 60-70thn aja,hanya Iman dan Amal soleh saja yg kita bawa bukan yang lain...ana yakin bahwa usaha dakwah&tablig akan sukses gak lama lagi!!! JAMAAH TABLIGH IS THE BEST....INSYA ALLAH

12:44 AM  
Anonymous Anonymous said...

Kalau di daerah saya JOGJAKARTA di papan pengumuman Masjid di tempeli fotokopian " BOROK-BOROK JAMAAH TABLIG " yang memasang orang salafy yang belum terpecah tapi orang salafy tersebut kalau sholat berjamaah di masjid sering terlambat dan ternyata suka juga nonton Piala Dunia Sepak Bola lewat televisi tapi nontonnya di tempat tetangga karena di rumahnya tidak ada televisi

11:50 AM  
Anonymous Anonymous said...

kenapa harus membid'ahkan kelompok/harokah lain sedang mereka jelas-jelas mengajak kepada kebenaran?
daripada mengurusi harokah lain yang sama-sama berafiliasi kepada ahlus sunnah wal jama'ah, lebih baik energi kita gunakan untuk mengajak mereka yang belum mengenal islam.

10:27 AM  
Anonymous Anonymous said...

SALAFY OR TABLIGH GAK AKAN MASUK SURGA!!!!!! YANG MASUK SURGA ITU ORANG YANG MENGAMALKAN SUNAH-SUNAH RASULLULAH..SEKARANG YANG KITA BESARKAN BUKAN NAMA TABLIGH OR SALAFY..BAGAIMANA MAULANA SA'AD SAMPAIKAN.."BESARKANLAH SUNAH-SUNAH RASULULLAH, DIMANA DIDALAM SUNAH PASTI ADA KEJAYAAN" UDAH DEH SEKARANG MAH KITA BELAJAR GIMANA CARANYA DALAM 24 JAM INI KITA BISA MENGAMALKAN SUNAH RASULULLAH..

NB: ORANG YG SERING MEMBICARAKAN MOBIL MAKA DIA AHLI MOBIL..
ORANG YG SERING MEMBICARAKAN PARFUM MAKA DIA AHLI PARFUM..
KALAU ORANG SERING MEMBICARAKAN INI BID'AH ITU BID'AH MAKA DIA AHLI BID'AH.....MAKA DARI ITU SERING2LAH KITA MEMBICARAKAN KEBESARAN SUNAH AGAR KITA BISA MENGAMALKAN SUNAH RASULULLAH S.A.W DAN MENJADI AHLI SUNAH..AMIN

-UMAT NABI-

2:28 AM  
Anonymous Anonymous said...

yang ana tau, gak pernah dengar ada kejelekan/kejahatan yang timbul dari jamaah tabligh, tak pernah mereka menjelek-jelekkan aliran islam yang lain, bahkan mereka merangkulnya, ikatan persaudaraan mereka sangat kuat, hubungan dengan masyarakat sangat baik, banyak sedekah, mereka menetapi waktu sholat dan berjamaah di masjid, mereka tak pernah mengagungkan jamaah mereka diatas jamaah lain, ato menganggap bahwa mereka adalah jamaah terbaik, mereka cool2 aja, khuruj meninggalkan anak istri untuk meningkatkan kualitas amal, meluangkan waktu hidupnya untuk tabligh, tanpa banyak bicara mereka berdakwah door to door, menerima banyak penghinaan tapi tak pernah protes, sabar, semua masalah diselesaikan dengan musyawarah, dari mereka sering terdengar cerita pengalaman ruhani yang menggetarkan hati.
iyyakana'budu waiyyakanasta'in, ihdinashiratal mustaqiim. Wallahu alam bishowab.

7:49 PM  
Anonymous Anonymous said...

Mengenal Lebih Dekat Jamaah Tabligh
Sabtu, 07 Agustus 2004 - 02:30:31iSI DICOPY DARI TULISAN : Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc.
(JUDUL DIGANTI BIAR LEBIH FAMILIAR)

[Print View] [kirim ke Teman]
Jamaah Tabligh tentu bukan nama yang asing lagi bagi masyarakat kita, terlebih bagi mereka yang menggeluti dunia dakwah. Dengan menghindari ilmu-ilmu fiqh dan aqidah yang sering dituding sebagai 'biang pemecah belah umat', membuat dakwah mereka sangat populer dan mudah diterima masyarakat berbagai lapisan. Bahkan saking populernya, bila ada seseorang yang berpenampilan mirip mereka atau kebetulan mempunyai ciri-ciri yang sama dengan mereka, biasanya akan ditanya; ”Mas, Jamaah Tabligh, ya?” atau “Mas, karkun, ya?” Yang lebih tragis jika ada yang berpenampilan serupa meski bukan dari kalangan mereka, kemudian langsung dihukumi sebagai Jamaah Tabligh. Pro dan kontra tentang mereka pun meruak. Lalu bagaimanakah hakikat jamaah yang berkiblat ke India ini? Kajian kali ini adalah jawabannya.

Pendiri Jamaah Tabligh
Jamaah Tabligh didirikan oleh seorang sufi dari tarekat Jisytiyyah yang berakidah Maturidiyyah dan bermadzhab fiqih Hanafi. Ia bernama Muhammad Ilyas bin Muhammad Isma'il Al-Hanafi Ad-Diyubandi Al-Jisyti Al-Kandahlawi kemudian Ad-Dihlawi. Al-Kandahlawi merupakan nisbat dari Kandahlah, sebuah desa yang terletak di daerah Sahranfur. Sementara Ad-Dihlawi dinisbatkan kepada Dihli (New Delhi), ibukota India. Di tempat dan negara inilah, markas gerakan Jamaah Tabligh berada. Adapun Ad-Diyubandi adalah nisbat dari Diyuband, yaitu madrasah terbesar bagi penganut madzhab Hanafi di semenanjung India. Sedangkan Al-Jisyti dinisbatkan kepada tarekat Al-Jisytiyah, yang didirikan oleh Mu’inuddin Al-Jisyti.
Muhammad Ilyas sendiri dilahirkan pada tahun 1303 H dengan nama asli Akhtar Ilyas. Ia meninggal pada tanggal 11 Rajab 1363 H. (Bis Bri Musliman, hal.583, Sawanih Muhammad Yusuf, hal. 144-146, dinukil dari Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 2).
Latar Belakang Berdirinya Jamaah Tabligh
Asy-Syaikh Saifurrahman bin Ahmad Ad-Dihlawi mengatakan, ”Ketika Muhammad Ilyas melihat mayoritas orang Meiwat (suku-suku yang tinggal di dekat Delhi, India) jauh dari ajaran Islam, berbaur dengan orang-orang Majusi para penyembah berhala Hindu, bahkan bernama dengan nama-nama mereka, serta tidak ada lagi keislaman yang tersisa kecuali hanya nama dan keturunan, kemudian kebodohan yang kian merata, tergeraklah hati Muhammad Ilyas. Pergilah ia ke Syaikhnya dan Syaikh tarekatnya, seperti Rasyid Ahmad Al-Kanhuhi dan Asyraf Ali At-Tahanawi untuk membicarakan permasalahan ini. Dan ia pun akhirnya mendirikan gerakan tabligh di India, atas perintah dan arahan dari para syaikhnya tersebut.” (Nazhrah 'Abirah I’tibariyyah Haulal Jama'ah At-Tablighiyyah, hal. 7-8, dinukil dari kitab Jama'atut Tabligh Aqa’iduha Wa Ta’rifuha, karya Sayyid Thaliburrahman, hal. 19) Merupakan suatu hal yang ma’ruf di kalangan tablighiyyin (para pengikut jamah tabligh, red) bahwasanya Muhammad Ilyas mendapatkan tugas dakwah tabligh ini setelah (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu Ankepergiannya ke makam Rasulullah Tushahhah, hal. 3).
Markas Jamaah Tabligh
Markas besar mereka berada di Delhi, tepatnya di daerah Nizhamuddin. Markas kedua berada di Raywind, sebuah desa di kota Lahore (Pakistan). Markas ketiga berada di kota Dakka (Bangladesh). Yang menarik, pada markas-markas mereka yang berada di daratan India itu, terdapat hizb (rajah) yang berisikan Surat Al-Falaq dan An-Naas, nama Allah yang agung, dan nomor 2-4-6-8 berulang 16 kali dalam bentuk segi empat, yang dikelilingi beberapa kode yang tidak dimengerti. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 14) Yang lebih mengenaskan, mereka mempunyai sebuah masjid di kota Delhi yang dijadikan markas oleh mereka, di mana di belakangnya terdapat empat buah kuburan. Dan ini menyerupai orang-orang Yahudi dan Nashrani, di mana mereka menjadikan kuburan para nabi dan orang-orang shalih dari kalangan melaknat orang-orang yang menjadikanmereka sebagai masjid. Padahal Rasulullah kuburan sebagai masjid, bahkan mengkhabarkan bahwasanya mereka adalah . (Lihat Al-Qaulul Baligh Fit Tahdziri Minsejelek-jelek makhluk di sisi Allah Jama’atit Tabligh, karya Asy-Syaikh Hamud At-Tuwaijiri, hal. 12)
Asas dan Landasan Jamaah Tabligh
Jamaah Tabligh mempunyai suatu asas dan landasan yang sangat teguh mereka pegang, bahkan cenderung berlebihan. Asas dan landasan ini mereka sebut dengan al-ushulus sittah (enam landasan pokok) atau ash-shifatus sittah (sifat yang enam), dengan rincian sebagai berikut:

Sifat Pertama: Merealisasikan Kalimat Thayyibah Laa Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah
Mereka menafsirkan makna Laa Ilaha Illallah dengan: “mengeluarkan keyakinan yang rusak tentang sesuatu dari hati kita dan memasukkan keyakinan yang benar tentang dzat Allah, bahwasanya Dialah Sang Pencipta, Maha Pemberi Rizki, Maha Mendatangkan Mudharat dan Manfaat, Maha Memuliakan dan Menghinakan, Maha Menghidupkan dan Mematikan”. Kebanyakan pembicaraan mereka tentang tauhid, hanya berkisar pada tauhid rububiyyah semata (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 4). Padahal makna Laa Ilaha Illallah sebagaimana diterangkan para ulama adalah: “Tiada sesembahan yang berhak diibadahi melainkan Allah.” (Lihat Fathul Majid, karya Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alusy Syaikh, hal. 52-55). Adapun makna merealisasikannya adalah merealisasikan tiga jenis tauhid; al-uluhiyyah, ar-rububiyyah, dan al-asma wash shifat (Al-Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha, karya Abu Ibrahim Ibnu Sulthan Al-'Adnani, hal. 10). Dan juga sebagaimana dikatakan Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan: “Merealisasikan tauhid artinya membersihkan dan memurnikan tauhid (dengan tiga jenisnya, pen) dari kesyirikan, bid’ah, dan kemaksiatan.” (Fathul Majid, hal. 75)Oleh karena itu, Asy-Syaikh Saifurrahman bin Ahmad Ad-Dihlawi mengatakan bahwa di antara 'keistimewaan' Jamaah Tabligh dan para pemukanya adalah apa yang sering dikenal dari mereka bahwasanya mereka adalah orang-orang yang berikrar dengan tauhid. Namun tauhid mereka tidak lebih dari tauhidnya kaum musyrikin Quraisy Makkah, di mana perkataan mereka dalam hal tauhid hanya berkisar pada tauhid rububiyyah saja, serta kental dengan warna-warna tashawwuf dan filsafatnya. Adapun tauhid uluhiyyah dan ibadah, mereka sangat kosong dari itu. Bahkan dalam hal ini, mereka termasuk golongan orang-orang musyrik. Sedangkan tauhid asma wash shifat, mereka berada dalam lingkaran Asya’irah serta Maturidiyyah, dan kepada Maturidiyyah mereka lebih dekat”. (Nazhrah ‘Abirah I’tibariyyah Haulal Jamaah At-Tablighiyyah, hal. 46).
Sifat Kedua: Shalat dengan Penuh Kekhusyukan dan Rendah Diri
Asy-Syaikh Hasan Janahi berkata: “Demikianlah perhatian mereka kepada shalat dan kekhusyukannya. Akan tetapi, di sisi lain mereka sangat buta tentang rukun-rukun shalat, kewajiban-kewajibannya, sunnah-sunnahnya, hukum sujud sahwi, dan perkara fiqih lainnya yang berhubungan dengan shalat dan thaharah. Seorang tablighi (pengikut Jamaah Tabligh, red) tidaklah mengetahui hal-hal tersebut kecuali hanya segelintir dari mereka.” (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 5- 6).
Sifat ketiga: Keilmuan yang Ditopang dengan Dzikir
Mereka membagi ilmu menjadi dua bagian. Yakni ilmu masail dan ilmu fadhail. Ilmu masail, menurut mereka, adalah ilmu yang dipelajari di negeri masing-masing. Sedangkan ilmu fadhail adalah ilmu yang dipelajari pada ritus khuruj (lihat penjelasan di bawah, red) dan pada majlis-majlis tabligh. Jadi, yang mereka maksudkan dengan ilmu adalah sebagian dari fadhail amal (amalan-amalan utama, pen) serta dasar-dasar pedoman Jamaah (secara umum), seperti sifat yang enam dan yang sejenisnya, dan hampir-hampir tidak ada lagi selain itu. Orang-orang yang bergaul dengan mereka tidak bisa memungkiri tentang keengganan mereka untuk menimba ilmu agama dari para ulama, serta tentang minimnya mereka dari buku-buku pengetahuan agama Islam. Bahkan mereka berusaha untuk menghalangi orang-orang yang cinta akan ilmu, dan berusaha menjauhkan mereka dari buku-buku agama dan para ulamanya. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 6 dengan ringkas).

Sifat Keempat: Menghormati Setiap Muslim
Sesungguhnya Jamaah Tabligh tidak mempunyai batasan-batasan tertentu dalam merealisasikan sifat keempat ini, khususnya dalam masalah al-wala (kecintaan) dan al-bara (kebencian). Demikian pula perilaku mereka yang bertentangan dengan kandungan sifat keempat ini di mana mereka memusuhi orang-orang yang menasehati mereka atau yang berpisah dari mereka dikarenakan beda pemahaman, walaupun orang tersebut 'alim rabbani. Memang, hal ini tidak terjadi pada semua tablighiyyin, tapi inilah yang disorot oleh kebanyakan orang tentang mereka. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 8)
Sifat Kelima: Memperbaiki Niat
Tidak diragukan lagi bahwasanya memperbaiki niat termasuk pokok agama dan keikhlasan adalah porosnya. Akan tetapi semuanya membutuhkan ilmu. Dikarenakan Jamaah Tabligh adalah orang-orang yang minim ilmu agama, maka banyak pula kesalahan mereka dalam merealisasikan sifat kelima ini. Oleh karenanya engkau dapati mereka biasa shalat di masjid-masjid yang dibangun di atas kuburan. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 9)
Sifat Keenam: Dakwah dan Khuruj di Jalan Allah subhanahu wata'ala
Cara merealisasikannya adalah dengan menempuh khuruj (keluar untuk berdakwah, pen) bersama Jamaah Tabligh, empat bulan untuk seumur hidup, 40 hari pada tiap tahun, tiga hari setiap bulan, atau dua kali berkeliling pada tiap minggu. Yang pertama dengan menetap pada suatu daerah dan yang kedua dengan cara berpindah-pindah dari suatu daerah ke daerah yang lain. Hadir pada dua majelis ta’lim setiap hari, majelis ta’lim pertama diadakan di masjid sedangkan yang kedua diadakan di rumah. Meluangkan waktu 2,5 jam setiap hari untuk menjenguk orang sakit, mengunjungi para sesepuh dan bersilaturahmi, membaca satu juz Al Qur’an setiap hari, memelihara dzikir-dzikir pagi dan sore, membantu para jamaah yang khuruj, serta i’tikaf pada setiap malam Jum’at di markas. Dan sebelum melakukan khuruj, mereka selalu diberi hadiah-hadiah berupa konsep berdakwah (ala mereka, pen) yang disampaikan oleh salah seorang anggota jamaah yang berpengalaman dalam hal khuruj. (Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 9) Asy-Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan berkata: “Khuruj di jalan Allah adalah khuruj untuk berperang. Adapun apa yang sekarang ini mereka (Jamaah Tabligh, pen) sebut dengan khuruj maka ini bid’ah. Belum pernah ada (contoh) dari salaf tentang keluarnya seseorang untuk berdakwah di jalan Allah yang harus dibatasi dengan hari-hari tertentu. Bahkan hendaknya berdakwah sesuai dengan kemampuannya tanpa dibatasi dengan jamaah tertentu, atau dibatasi 40 hari, atau lebih sedikit atau lebih banyak.” (Aqwal Ulama As-Sunnah fi Jama’atit Tabligh, hal. 7) Asy-Syaikh Abdurrazzaq 'Afifi berkata: “Khuruj mereka ini bukanlah di jalan Allah, tetapi di jalan Muhammad Ilyas. Mereka tidaklah berdakwah kepada Al Qur’an dan As Sunnah, akan tetapi berdakwah kepada (pemahaman) Muhammad Ilyas, syaikh mereka yang ada di Banglades (maksudnya India, pen). (Aqwal Ulama As Sunnah fi Jama’atit Tabligh, hal. 6)
Aqidah Jamaah Tabligh dan Para Tokohnya
Jamaah Tabligh dan para tokohnya, merupakan orang-orang yang sangat rancu dalam hal aqidah1. Demikian pula kitab referensi utama mereka Tablighi Nishab atau Fadhail A’mal karya Muhammad Zakariya Al-Kandahlawi, merupakan kitab yang penuh dengan kesyirikan, bid’ah, dan khurafat. Di antara sekian banyak kesesatan mereka dalam masalah aqidah adalah2:
1. Keyakinan tentang wihdatul wujud (bahwa Allah menyatu dengan alam ini). (Lihat kitab Tablighi Nishab, 2/407, bab Fadhail Shadaqat, cet. Idarah Nasyriyat Islam Urdu Bazar, Lahore).
2. Sikap berlebihan terhadap orang-orang shalih dan keyakinan bahwa mereka mengetahui ilmu ghaib. (Lihat Fadhail A’mal, bab Fadhail Dzikir, hal. 468-469, dan hal. 540-541, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore).
3. Tawassul kepada Nabi (setelah wafatnya) dan juga kepada selainnya, serta berlebihannya mereka dalam hal ini. (Lihat Fadhail A’mal, bab Shalat, hal. 345, dan juga bab Fadhail Dzikir, hal. 481-482, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore).
4. Keyakinan bahwa para syaikh sufi dapat menganugerahkan berkah dan ilmu laduni (lihat Fadhail A’mal, bab Fadhail Qur’an, hal. 202- 203, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore).
5. Keyakinan bahwa seseorang bisa mempunyai ilmu kasyaf, yakni bisa menyingkap segala sesuatu dari perkara ghaib atau batin. (Lihat Fadhail A’mal, bab Dzikir, hal. 540- 541, cet. Kutub Khanat Faidhi, Lahore).
6. Hidayah dan keselamatan hanya bisa diraih dengan mengikuti tarekat Rasyid Ahmad Al-Kanhuhi (lihat Shaqalatil Qulub, hal. 190). Oleh karena itu, Muhammad Ilyas sang pendiri Jamaah Tabligh telah membai’atnya di atas tarekat Jisytiyyah pada tahun 1314 H, bahkan terkadang ia bangun malam semata-mata untuk melihat wajah syaikhnya tersebut. (Kitab Sawanih Muhammad Yusuf, hal. 143, dinukil dari Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 2).
7. Saling berbai’at terhadap pimpinan mereka di atas empat tarekat sufi: Jisytiyyah, Naqsyabandiyyah, Qadiriyyah, dan Sahruwardiyyah. (Ad-Da'wah fi Jaziratil 'Arab, karya Asy-Syaikh Sa’ad Al-Hushain, hal. 9-10, dinukil dari Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 12).
8. Keyakinan tentang keluarnya tangan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dari kubur beliau untuk berjabat tangan dengan Asy-Syaikh Ahmad Ar-Rifa’i. (Fadhail A’mal, bab Fadhail Ash-Shalati ‘alan Nabi, hal. 19, cet. Idarah Isya’at Diyanat Anarkli, Lahore).
9. Kebenaran suatu kaidah, bahwasanya segala sesuatu yang menyebabkan permusuhan, perpecahan, atau perselisihan -walaupun ia benar- maka harus dibuang sejauh-jauhnya dari manhaj Jamaah. (Al-Quthbiyyah Hiyal Fitnah Fa’rifuha, hal. 10).
10. Keharusan untuk bertaqlid (lihat Dzikir Wa I’tikaf Key Ahmiyat, karya Muhammad Zakaria Al-Kandahlawi, hal. 94, dinukil dari Jama'atut Tabligh ‘Aqaiduha wa Ta’rifuha, hal. 70).
11. Banyaknya cerita-cerita khurafat dan hadits-hadits lemah/ palsu di dalam kitab Fadhail A’mal mereka, di antaranya apa yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Hasan Janahi dalam kitabnya Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, hal. 46-47 dan hal. 50-52. Bahkan cerita-cerita khurafat dan hadits-hadits palsu inilah yang mereka jadikan sebagai bahan utama untuk berdakwah. Wallahul Musta’an.

Fatwa Para Ulama Tentang Jamaah Tabligh
1. Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: “Siapa saja yang berdakwah di jalan Allah bisa disebut “muballigh” artinya: (Sampaikan apa yang datang dariku (Rasulullah), walaupun hanya satu ayat), akan tetapi Jamaah Tabligh India yang ma’ruf dewasa ini mempunyai sekian banyak khurafat, bid’ah dan kesyirikan. Maka dari itu, tidak boleh khuruj bersama mereka kecuali bagi seorang yang berilmu, yang keluar (khuruj) bersama mereka dalam rangka mengingkari (kebatilan mereka) dan mengajarkan ilmu kepada mereka. Adapun khuruj, semata ikut dengan mereka maka tidak boleh”.
2. Asy Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi Al-Madkhali berkata: “Semoga Allah merahmati Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz (atas pengecualian beliau tentang bolehnya khuruj bersama Jamaah Tabligh untuk mengingkari kebatilan mereka dan mengajarkan ilmu kepada mereka, pen), karena jika mereka mau menerima nasehat dan bimbingan dari ahlul ilmi maka tidak akan ada rasa keberatan untuk khuruj bersama mereka. Namun kenyataannya, mereka tidak mau menerima nasehat dan tidak mau rujuk dari kebatilan mereka, dikarenakan kuatnya fanatisme mereka dan kuatnya mereka dalam mengikuti hawa nafsu. Jika mereka benar-benar menerima nasehat dari ulama, niscaya mereka telah tinggalkan manhaj mereka yang batil itu dan akan menempuh jalan ahlut tauhid dan ahlus sunnah. Nah, jika demikian permasalahannya, maka tidak boleh keluar (khuruj) bersama mereka sebagaimana manhaj as-salafush shalih yang berdiri di atas Al Qur’an dan As Sunnah dalam hal tahdzir (peringatan) terhadap ahlul bid’ah dan peringatan untuk tidak bergaul serta duduk bersama mereka. Yang demikian itu (tidak bolehnya khuruj bersama mereka secara mutlak, pen), dikarenakan termasuk memperbanyak jumlah mereka dan membantu mereka dalam menyebarkan kesesatan. Ini termasuk perbuatan penipuan terhadap Islam dan kaum muslimin, serta sebagai bentuk partisipasi bersama mereka dalam hal dosa dan kekejian. Terlebih lagi mereka saling berbai’at di atas empat tarekat sufi yang padanya terdapat keyakinan hulul, wihdatul wujud, kesyirikan dan kebid’ahan”.
3. Asy-Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Ibrahim Alusy Syaikh rahimahullah berkata: “Bahwasanya organisasi ini (Jamaah Tabligh, pen) tidak ada kebaikan padanya. Dan sungguh ia sebagai organisasi bid’ah dan sesat. Dengan membaca buku-buku mereka, maka benar-benar kami dapati kesesatan, bid’ah, ajakan kepada peribadatan terhadap kubur-kubur dan kesyirikan, sesuatu yang tidak bisa dibiarkan. Oleh karena itu -insya Allah- kami akan membantah dan membongkar kesesatan dan kebatilannya”.
4. Asy-Syaikh Al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah berkata: “Jamaah Tabligh tidaklah berdiri di atas manhaj Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam serta pemahaman as-salafus shalih.” Beliau juga berkata: “Dakwah Jamaah Tabligh adalah dakwah sufi modern yang semata-mata berorientasi kepada akhlak. Adapun pembenahan terhadap aqidah masyarakat, maka sedikit pun tidak mereka lakukan, karena -menurut mereka- bisa menyebabkan perpecahan”. Beliau juga berkata: “Maka Jamaah Tabligh tidaklah mempunyai prinsip keilmuan, yang mana mereka adalah orang-orang yang selalu berubah-ubah dengan perubahan yang luar biasa, sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada”.
5. Asy-Syaikh Al-Allamah Abdurrazzaq 'Afifi berkata: “Kenyataannya mereka adalah ahlul bid’ah yang menyimpang dan orang-orang tarekat Qadiriyyah dan yang lainnya. Khuruj mereka bukanlah di jalan Allah, akan tetapi di jalan Muhammad Ilyas. Mereka tidaklah berdakwah kepada Al Qur’an dan As Sunnah, akan tetapi kepada Muhammad Ilyas, syaikh mereka di Bangladesh (maksudnya India, pen)”.
Demikianlah selayang pandang tentang hakikat Jamaah Tabligh, semoga sebagai nasehat dan peringatan bagi pencari kebenaran. Wallahul Muwaffiq wal Hadi Ila Aqwamith Thariq.

11:27 PM  
Anonymous Anonymous said...

Salafi adalah orang-orang yang mengikuti cara-cara ibadah dan muamalah seperti yang dicontohkan orang-orang salaf (orang terdahulu-shahabat dan tabiin serta tabiut Tabiin). Yang dimaksudkan di sini adalah mengikuti cara-cara nabi, karena kaum-kaum salaf adalah pengikut setia nabi.

Jadi jika anda sholat seperti sholatnya nabi maka anda pada titik ini adalah salafi, meskipun disebut orang jamaah tabligh.
Tapi jika anda sholat di atas kuburan atau di masjid yang dibangun di atas kuburan, maka anda bukan salafi atau umat islam yang benar cara ibadahnya.
Begitu juga bila anda berdakwah dengan membatasi diri dengan jumlah hari tertentu yang tidak pernah ada contohnya dari nabi, sampe menambah rukunnya yaitu tidak boleh ketemu dengan istri, anda sudah mengada-ngada dalam agama yang sudah sempurna. Tindakan ini berarti bahwa anda tidak puas dengan kesempurnaan islam dan merasa kurang dengannya. Jadi secara tidak langsung sudah melecehkan Almaidah ayat 3.
Anda patut dikasihani karena niat baik anda untuk beribadah tidak diimbangi dengan ilmu yang benar. Ingat--- salah cara beribadah adalah berdosa. Apalagi yang sudah diberi tau bahwa itu salah, tapi nggak mau dengar karena bukan diberitau amir, tapi diberitau oleh orang-orang yang disebut orang-orang salafi.
Para tablghi ini rata-rata orang yang kurang berilmu tetapi berani berdakwah. Bahkan cenderung menjauhi ilmu tauhid dan fiqih yang dianggap mengundang perpecahan. Lha kalo sudah gitu dimana isinya kepalanya??? Agama islam ini dibangun di atas ilmu tauhid dan pelaksanaan ibadah diatur dalam ilmu fiqih. Memang sering terjadi perbedaan pendapat tapi bukan untuk berpecah belah. Tapi untuk belajar menerima perbedaan pendapat.
Tablighi....
tolong belajar lagi. Sehingga anda mengajak orang dengan cara yang benar.. bukan dengan meninggalkan anak istri bahkan sampe ada yang lupa anak istri atau PNS/TNI yang melalaikan kewajibannya masuk kantor.

11:53 PM  
Blogger Eko SW said...

@ tepat atasku
itu sih, idealnya, tapi hanya sebatas teori.

salafy, yg saya tahu saat ini, teteap yg di gagas oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. ITu saja deh,dan yg diterima di Arab Saudi sebagai "mahzab" resmi.

Gimana akh? :D

* dan (makanya menjaga jarak) agak nyakitin kalau bicara panjang lebar ttg islam. Cukup senyum2, saat sholat. lah

susah tahu, mengatasi perbedaan ummat.

11:08 AM  
Anonymous Anonymous said...

DAKWAH KERJA INTI

Dakwah tabligh kerja inTI
Amalan ini usaha haTI
Karena itu luruskan haTI

Gunakan bahasa haTI
Agar mudah menyentuh haTI
Dan tidak pecah haTI

Alloh dan Rosul-Nya wajib ditaaTI
Tertib dakwah harus diikuTI
Agar pengorbanan membawa arTI

Kematian suatu yang pasTI
Niat istiqomah sampai maTI
Sebagai bekal dunia dan akhirat nanTI

Ulama menasehaTI
Kalau ingin iman masuk di haTI
Empat bulan baru didapaTI

DAFTAR NAMA CASH, SEDIA INSYA ALLOH…!

Link ke www.dakwahinti.blogspot.com

1:38 AM  
Anonymous Anonymous said...

Saya prihatin melihat sdr2ku di jmh tbleg tdk henti2 mdptkan hinaan bertubi dr Salafi, tetapi itu kyataan yg hrs ditrm oleh sdr2ku jmh tblg. Sy yg sdh aral melintng 10 thun di jmh tblg bnyk mlht kejanggaln trjdi akibt amal yg diprbuat oleh kwn di jmh dan sy tanykn kpd ahli agama di mjelis2 ta'alim. Bkn main trkejut saya trnyt tdk smber ilmu suatu amal yg tlh dikrjkn oleh kwn2ku. Ktk sy dgng / srng kwn2ku mrh mrh kalo sy tdk khuruj 3hr;1x & mlh ush sy dido'akn bangkrut. krn org yg sdh 4bln hrs mntiadakn dunia alias hrm dunia itu slm sekian hari sblm target trcpai. Akhirnya bnyk kwn2ku di jmaah mnjadi malas krja & kehilngan krja krn kykinn yg slh. Kesimpulannya : Banyak se (x) mudharatnya yg trjadi bila kwn2ku tdk mghilngkn ilmu2 yg dho'if & bid'ahnya . Krn Ilmu adlh Syrt Mutlak untuk Suatu Amal. Disalafpun bnyk perselisihn gara2 1 huruf L dirubah jadi R akhir SARAF alias pertengkaran sengit. KESIMPULAN: DITABLEG BNYAK YG SESAT DAN DI SALAF BNYAK YG RIBUT, DAN BIKIN ORG DPT HIDAYAH ? ANEH YAAA. ASTAGFIRLAH AL'ADHIM

10:23 PM  
Blogger Eko SW said...

:p gapapa.
semua itu pilihan

11:28 PM  
Blogger yudithea said...

assalmualikum, akhi ...jangan pernah terpancing dengan apa yang mereka utarakan terhadap jama'ah tabligh.../ rasulullah mengatakan: ...apabila umatku sudah caci mencaci dan saling hina menghina maka jatuh lah dari pandangan Alloh.(Al-Hadist) maka alloh apabila tidak memandang kita maka nusrotulloh tidak akan datang pada umat islam.
sekarang jangan pernah berhenti untuk mengajak orang ke dalam kebaikan ...... Allohu Akbar.

6:06 AM  
Blogger Eko SW said...

iyaaa :)

5:22 PM  
Anonymous Anonymous said...

Salafi sekarang sudah menemukan dalilnya sholat isyroq padahal sholat isyroq sudah di amalkan para jamaah tabligh

1:00 PM  
Blogger Zeus said...

mana websitenya.. kok beritanya di ulang-ulang ?

1:26 AM  
Anonymous Anonymous said...

beribadah dengan nafsu bukan dengan ilmu

beginilah jadinya

hati mereka telah tertutup dengan kebenaran...

JT tobatlah anda

5:24 PM  
Anonymous Anonymous said...

Fatwa terakhir tentang kesesatan jamaah tabliq :

http://assalafi.wordpress.com/2007/11/09/fatwa-fatwa-ulama-terakhir-tentang-sesatnya-jamaah-tabligh/

PENGAKUAN SEORANG JAMAAH TABLIQ SEJATI :

http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/10/02/pengakuan-seorang-mantan-jamaah-tabligh/

Dilarang Bergaul dan Berkumpul dengan Jamaah Tabligh!:

http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/05/14/dilarang-bergaul-dan-berkumpul-dengan-jamaah-tabligh/

“Fatwa Ulama: Jamaah Tabligh = Kelompok Tanpa Ilmu”

http://aththaifahalmanshurah.salafy.ws/2009/05/14/%E2%80%9Cfatwa-ulama-jamaah-tabligh-kelompok-tanpa-ilmu%E2%80%9D/

ACCOUNT FB Bilal Bin Rabbah

5:41 PM  
Blogger Eko SW said...

dibilangin banyak yg ga sholat jad sholat. msiiiih aj kurang.

kalian gih yg ngajakin orang2 di jalan2 sholat
yg di kost2 jogja pada berduaan di kamar, ajakin tuh sholat

sudah? kalau udah bisa gitu, kami prei deh...

moga2 amalan2 kalian tertunda dulu. sampai kami semua selesai

7:40 PM  
Blogger silent.tronik said...

asalammualaikum wr.wb
Allah akabr 3x
Di antara yang pernah saya pelajari dari a,b,c dan seterusnya, mungkin antum boleh percaya atau tidak, bila tidak percaya boleh tanyakan pada haloqoh saya di pamulang ini berikut nomor tlp nya 021 7433232 ,atau saya pernah keluar pertama sekali di curug parung

9:50 AM  
Blogger silent.tronik said...

Hanya sebagai Renungan saja sebenernya ini masalah pribadi saya yang mencari kebenaran (Kisah saya mengenai islam). untuk sebagai bahan pelajaran bagi saya sendiri bahwa iman dan ilmu agama sangat lah penting bagi diri kita dan keluarga



Saya di lahirkan dalam keadaan islam karena orang tua saya islam, Walau pun di Didik di dalam keadaan islam oleh orang tua dan mencari ilmu di masa kecil mungkin yang saya dapat hanyalah sedikit yang saya dapatkan. pada usia makin beranjak dewasa hari semakin hari semakin jelek tingkah laku dan prilaku saya terhadap orang tua, masyarakat sekitar mau pun terhadap allah swt. naudzilah min dzalik


Di Didik oleh saudara

seatap dengan lah saudara sangat lah berbeda di bandingkan dengan orang tua, orang tua saya sangat lah menganjurkan anak nya ke dalam agama, karena terbentur nya ekonomi yang di hadapi oleh orang tua, saya ingin hidup mandiri untuk membantu orang tua, sejak berumur beranjak dewasa saya tinggal di saudara, saya telah di didik bagaimana cara berhitung (matematika),biologi,fisika,hingga bagaimana cara menghormati orang tua. tapi sangat lah sayang saudara saya bisa di katakan islam bukan kristen pun bukan, ke gereja tidak sholat pun tidak, yang saya heran kenapa membaca ayat suci alquran.

9:52 AM  
Blogger silent.tronik said...

karena banyak nya tamu yang datang ke tempat saudara saya ingin menyembuhkan penyakit, ada nya acara ritual,bersemedi,kembang tujuh rupa,kemenyan dan sebagai nya, karena pengetahuan ilmu islam yang sedikit, saya masuk ke dalam nya sedikit demi sedikit sehasta demi sehasta saya memasuki ilmu yang tidak pernah di ajarkan oleh nabi bisa di katakan bid'ah,yah walaupun bacaan yang mereka komat kamit adalah dari alquran yang mengiginkan menjadi kaya di dunia karena ada nya mistik2 seperti batu yang membuat orang menjadi kaya atau biasa yang di sebutkan jimat.hingga saya terjerumus ke dalam nya


Kembali Kerumah

setelah saya lulus dari SD dan sekolah ke SLTP saya kembali ke orang tua, bukan nya saya malah tambah benar prilaku dan adab, ternyata saya terjerumus ke dalam pergaulan seperti narkoba sejak di bangku sltp kelas 1 sudah merasakan narkoba, pernah suatu ketika saya melihat teman saya yang mencuri jam tangan teman saya tapi saya tidak jujur mengatakan pada guru saya sehingga saya telah di curigai oleh guru termasuk teman yang telah mencuri nya dan beberapa teman yang telah bersalah, masuk kelas 2 saya mulai mengenal sex bebas , berikut perkelahian (Tawuran) hingga masuk ke kelas 3.

10:02 AM  
Blogger silent.tronik said...

Berkeinginan Sekolah di bandung

Setelah saya lulus SLTP saya berangkat ke bandung melanjutkan sekolah ke penjuruan otomotif, walaupun saya tinggal dengan saudara saya yang beragama islam, ketika itu saudara saya bilang jangan nakal bila ingin sukses, saya balik bertanya dalam benak saya sukses yang seperti apa? saudara saya menyimpulkan sukses atau berhasil dalam urusan DUNIA walaupun saudara saya paling di segani dalam urusan dunia nya saya mengangap biasa saja,tapi suasana saya tidak betah ada nya di rumah itu bahwa saya bisa hidup tanpa saudara saya, allah lah yang memberi saya makan dan allah lah yang membawa saya hidup di dunia, pada akhirnya saya pulang ke jakarta ke tempat orang tua, lalu melanjutkan sekolah di kejuruan otomotif, di kelas 3 sudah mulai bekerja dibengkel walau pun penghasilan saya sedikit hanya di bayar seminggu 40rb tapi saya bisa meringankan orang tua saya, hingga lulus SMK saya masih berkerja mendapatkan pengalaman hingga 2,5 tahun hingga akhir nya menggangur.

10:03 AM  
Blogger silent.tronik said...

Berawal mencari kebenaran

Waktu terus berjalan hari jumat pun datang saya sering mendengar saat khutbah nikmat iman dan islam tapi hati benak saya mengatakan nikmat iman seperti apa....? nikmat islam seperti apa...? sedangkan saya belum merasakan nikmat iman dan islam. sedangkan islam saja seperti ini. sekilas melihat di siaran Televisi antara islam dan islam berperang yaitu dengan ahmaddiyah,FPI termasuk yang lain nya hati saya bertanya kenapa islam seperti ini, ya allah apakah benar islam telah mengajarkan seperti ini tapi yang telah di terangkan oleh guru dan ustad tidak seperti ini kenapa, bagaimana dengan nabi muhamad saw padahal nabi tidak mengajarkan? akhirnya saya sangat kecewa sekali atas prilaku islam saat itu saya sangat kesal ingin sekali mencari kebenaran itu, hingga saya mencari ilmu dari para ustd di lingkungan saya tapi kenapa ilmu yang saya dapat tidak masuk kedalam hati hanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri tidak masuk ilmu agama islam dalam hati saya kenapa? suatu seketika teman saya menganjak untuk berkerja di asuransi yang kata nya, memang kalau di lihat ke pribadian teman saya yang berubah pakaian nya yang memakai baju kemeja keseharian nya, saya tidak ada firasat masalah agama ternyata saya ikut dalam agama NII (negara islam indonesia) yang berpaku pada alquran saja, banyak bertanya pada hati saya kok gini kok gitu ANEH'''', akhir nya saya tidak mau mengikuti hingga saya di kejar kemana pun saya berada di ikuti gerak gerik saya oleh mereka, akhirnya saya tetap mencari ilmu yang bisa masuk ke dalam hati saya walaupun banyak orang yang mengatakan ah si fulan mah begini begitu tapi saya tetap berprasangka baik karena saya ingin mencari kebenaran akhir nya saya ikut ke LDII,SALAFI dan yang lain nya ilmu yang saya dapat tidak bisa saya amalkan dan tidak bisa saya imani, suatu ketika di bulan ramadhan saya bertemu dengan teman saya yang sedang sholat tarawih saya tahu benar tingkah laku nya ternyata dia berubah total dari pakaian memakai gamis,siwak dan prilaku nya, saya tanya kok bisa, lalu saya di ajak dengan teman saya di masjid nya berkumpul dengan mereka dan bertanya-tanya mengenai islam, karena di bulan ramadhan saya di suruh itikaf 3 hari lalu seorang kyia mengatakan pada saya, berkata kyia kepada saya'' yadi kalau di bulan ramdhan ini perbanyaklah melakukan ibadah seperti dzkir,tadarus,dll perbanyak lah istigfar dan lailaaha illah karena sangat bermakna di dalam nya, walaupun saya pernah melakukan nya di tempat tinggal saya tapi saya mematuhi apa yang di perintahkan nya, ketika itu saya di tugaskan untuk berkhidmat, berkhidmat adalah membersihkan segala yang ada di mesjid melayani jamaah,mengepel dan lain sebagai nya, ketika usai sholat taraweh saya berdzikir lalu mengenang dosa yang telah saya perbuat menangis minta ampunan kepada sang kholik lalu apa yang terjadi saya berteriak2 dengan sendiri nya antara jasad dan roh berbeda, lalu pa kyia saya mengentak nya dengan kata laailahaillah lalu hati saya mengikuti perkataan laailahaillah sampai dengan 3x,saya dalam keadaan sadar hanya yang membedakan jasad dan roh, jasad saya yang tidak berdaya sama sekali yang tidak bisa di gerakan dan roh saja hanya mengatakan kalimat laailahaillah saja, lalu pa kyia saya menanyakan kamu punya amalan apa yad' lalu sepintas saya teringat saya punya amalan yang dahulu di saudara saya, allah akbar tapi saya tiak jujur mengatakan pada kyia apa yang telah saya perbuat masa lalu, tapi dia malah mengatakan kamu punya jimat atau amalan lain kalau kamu tidak punya kenapa bisa seperti itu....? taubat lah amalan yang kau amalan kan adalah yang tidak di ajarkan oleh rasullah itu amalan bi'dah, buanglah jauh-jauh taubat lah dengan sunguh-sunguh selagi di bulan suci Ramadhan ini, kembali kepada agama yang Hak, agama yang di bawa oleh rasullah saw, kejadian yang saya alami bukan hanya 1 hari tapi 3 hari berturut-turut. Maha benar allah dengan segala firman nya.

10:04 AM  
Blogger silent.tronik said...

keluar di jalan allah selama 40 hari di cilacap alhamdulilah belajar dengan ilmu yang saya dapatkan banyak sekali di dalam nya ada suatu ke anehan yang benar2 allah tunjukan kepada kami, maaf ada seorang kyia yang bangkrut atas ke sombongan nya, akhirnya allah tunjukan ke pada kita bahwa kita tidak boleh sombong segala yang ada di langit dan di bumi hanya milik allah swt.
saya mau ceritakan tapi masuk nya hibah, inti ya bahwa allah lah yang merajai di bumi ini


sepulang dari 40 hari mencari ilmu di tempat tinggal saya dengan insyallah niat u/ mencari ilmu masail, ketika saya duduk di majelis ilmu tiba2 seorang ustd mengatakan bahwa jamaah tablig bidah, ehm sy merenung setelah saya berniat u/ mencari ilmu malah di katakan jamaah tablig bidah, dari situ saya timbul tanda tanya??? kenapa mereka bisa mengatakan seperti itu? apa yang sebenar nya mereka pelajari dengan segitu banyak hadist dan alquran hanya untuk mencela sesama muslim, asbab dari situ saya kecewa dengan apa yang mereka katakan mereka tidak mau melihat sendiri, dan hanya mencela mencela bahwa apa yang mereka merasa benar,

10:06 AM  
Blogger silent.tronik said...

dari sekian a,b,c,hanya 1 yang akan saya perjuangakan hingga akhir kiamat yaitu mencegah dari yang munkar.
alahamdulialah sekarang saya berada di bandung yang berkumpul setiap malam jumat di antapani, ilmu masail yang saya dapatkan dari persis dan para ustad setempat saya tinggal,insyallah kami akan mengadakan ilmu masail yang insyallah akan di laksanakan setiap malam minggu di masjid al-muhajirin antapani.
bila antum di sini ingin curhat silahkan ke id ym yrz11 atau tlp 08997916475

10:06 AM  
Blogger silent.tronik said...

Hanya dengan cara rasullah saw kita akan bersatu untuk menegakan kalimat laailaahaillah
bukan hanya asas sendiri-sendiri
dan saya minta tolong u/ salafi atau yang menghina atau pun yang mengolok-olokan jamaah tablig mohon u/ intropeksi diri sendiri.
bila kita mengakui islam, maka jangan saling menhujat atau mengolok-olokan. cari kebenaran itu dengan yang nyata,
di dalam nya yang tdk ada perkataan sia-sia, (jamaah tablig) bila kita mempelajari kembali antara alquran & sunah nabi, itu menyambung menjadi satu

salam yrenza(yadi)
wasalam

10:18 AM  
Blogger Blog Abu Husain_Juwana said...

Assalamu'alaikum, saya Abu Husain, dulu saya pernah aktif di jama'ah tabligh, lumayan cukup lama sekitar 3 tahun sejak 1999 - 2002. memang yang saya rasakan, selama saya aktif di jama'ah tabligh saya merasakan manisnya beribadah dan dakwah juga aktifitas lain saya merasakan kenikmatan. Allohua'lam, padahal waktu itu ilmu yang saya dapatdari teman2 jama'ah tabligh tidak begitu banyak. pada pertengahan 2002 saya mulai tidak aktif karena saya bekerja di perusahaan yang mana perusahaan itu memberlakukan jam kerja yang cukup bnyk menyita waktu saya, karena merasa kurang nyaman akhirnya saya keluar dr pekerjaan tsb. Aku balik ke kampung, saat menunggu pekerjaan lain /nganggur, saya mencari majlis taklim di desa saya. Alhamdulillah saya menemukan, setelah mengkaji dan mengkaji Al-qur'an dan hadist, aku mulai mendapat penerahan tentang Islam, ternyata selama ini aku belum mengenal Islam yang kaffah, ternyata Islam tidak sebatas di masjid saja, bukan hanya ibadah ritual saja, tapi masih banya ibadah ghoiru mahdloh yang belum aku tahu. ternyata Islam tidak hanya enam sifat sahabat, tapi Islam lebih dan lebih kompleks dari itu, enam sifat yang diajarkan dari Jama'ah Silaturrahim (JS/JT) adalah sebagian kecil dari ajaran Islam. tapi yang aku salud dari JS/JT adalah kebersamaan dan semangat berjuangnya. Demi Alloh aku belum menemukan kebersamaan dan semangat yang melebihi saudara-saudaraku JT di saat ini. Dalam setiap harokah Islam pasti ada kelebihan dan kekurangannya. ILMU, inilah yang kurang dari gerakan ini, ilmu tidak dinomor satukan dalam perjuangan, sepengetahuan saya, Iman akan tertancap kuat dengan kita mencari Ilmu tentang Iman, begitu juga tentang amalan sholih, harus dengan ilmu. tanpa ilmu kita tidak bisa melangkah, sebelum beribadah kita harus mengilmui ibadah yang benar. Harapanku dan semoga Alloh mengabulkan : Semoga banyak kaum muslimin yang mempunyai ilmu seperti temen-temen salafi, yang mempunyai semangat dakwah seperti temen-temen JAma'ah Tabligh, yang mempunyai semangat jihad seperti temen-temen Jihadi, mempunyai manajemen yang baik seperti temen-temen Muhammadiyah, mempunyai ketawadhukan seperti temen-temen NU, mempunyai kepiawaian dalam berdebat seperti temen-temen HT. Semoga ummat Islam di dunia bisa menyatukan hati dan fikiran dengan saling menasehati dengan cara yang bijak, bergandengan tangan tanpa saling mencaci, mencintai Islam, menjunjung tinggi, berkorban dalam menegakkan Syari'at Islam. semoga Alloh mencintai kita. Mohon saudara-saudara kita yang kurang benar dalam menjalankan Al-Islam dinasehati dengan cara yang bijak. Mohon saudara-saudaraku yang dinasehati didengarkan/dibaca dan ditelaah kembali nasehat-nasehat itu dengan Al-Qur'an dan Hadist sesuai dengan pemahamaman salafussholih. Tinggalkan mencaci, Suburkan Nasehat............
Assalamu'alaikum.
YAng membaca tulisanku ini mohon do'akan calon anakku yang kedua semoga menjadi anak yang sehat jasmani ruhani, menjadi anak yang sholih / sholihah.

9:26 AM  
Anonymous Anonymous said...

Pada tahun 2005 saya di dakwahi pemuda Salafi tentang sholat Isyroq ketika sedang berzikir habis sholat subuh,mungkin yang menyebarkan itu belum ngaji sampai sholat Isyroq dan di masjid kami pernah ada foto kopian tentang " BOROK-BOROK JAMAAH TABLIGH " yang memasang foto kopian sekarang tinggal daerah Solo

1:58 AM  
Anonymous Anonymous said...

Serem sama salafi..dikit2 omongannya neraka, dikit2 bid'ah, bid'ah ya neraka..Ini bid'ah itu bid'ah, kelompok ini bid'ah, itu bid'ah. Orang jadi takut sama agama..kaku.Apakah sesempit itu? Bukannya rahmat Allah itu lebih luas dari murkaNYA? ampunan Allah itu Sangat Luas??
Orang2 pada ngajakin sholat di mesjid dibilang sesat...
aneh..sama2 Allah tuhannya, Baginda Muhammad nabinya tapi dibilang sesat.. tanya kenapa..siapa yang lebih menuruti hawa nafsunya? siapa yang tidak berilmu? Memangnya Allah melihat bentuk rupa kita? bentuk amalan kita? Apakah Allah menerima hamba2nya yang kembali kepadaNYA dengan qolbun salim??

11:38 AM  
Blogger Eko SW said...

kadang,sy masih berprasangka baik, bahwa perbedaan salafy dan tabligh itu rahmat.

lah, tapi salafinnya sendiri yg ga mau dibilang gitu : perbedaan adalah adzab. Oalah jan2....

7:17 PM  
Anonymous Anonymous said...

Terus Berdakwah amar makruf nahi munkar buat saudara2ku Jemaah Tabligh..Terus berdakwah hanya karena Allah..sucikan hati dan luruskan niat hanya karena Allah..beritakan kabar gembira buat saudara muslim di seluruh dunia dan seluruh umat manusia..semoga Allah ridho dan meridhoi kalian..

4:36 PM  
Anonymous Al Faqir said...

ini ga tau golongan mana yang bilang bidah kalau:
1.membasuh/mengusap wajah setelah solat (salam) bidah
2.salaman dengan jamaah lain setelah solat (salam) bidah
3.make bedug bidah
4.maulid baginda rasul bidah
5. dan masih banyak yang katanya bidah2 lainnya..

Jadi kalo begitu kasian sekali umat islam di indonesia dari dulu suka melakukan bidah..baik yang telah wafat atau masih hidup..
Dan bagaimana pula dengan wali songo (semoga Allah merahmati mereka)?dakwah wali songo? kalo make pemikiran dari saudara2 salafi bisa dianggap bidah tuh..karna ga ada kan yang namanya gending, wayang, silat,dll saat jaman rasul dan sahabat hingga jaman shiddiqin tabiin solihin.Maka para wali songo ini mbahnya bidah dong??!!astagfirulloh..
Mohon saudaraku ada yang memberi penjelasan dan kejelesan, dan mengkoreksi diri ini..maturnuwun..

5:33 PM  
Anonymous Salah Fikr said...

Salafi istinjanya masih berdiri <--- Bid'ah (pipis aja masih berdiri, gimana sholatnya apakah sah?)

4:01 PM  
Anonymous Salah Fikir said...

Ana Heran sama Salafi, Nt itu selalu mencari kesalahan2 saudara sesama muslim, sadarkah nt "Yahudi itu senang klo umat islam ini pecah belah. Dan Yahudi itu senang membiayayai pengajian2 kalian "agar kalian itu makin besar kepalanya" mereka (Yahudi) Tidak senang membiayai org untuk berdakwah (mengajak org untuk ta'at kpd Allah, dari yg tidak mengenal Allah sama sekali, menjadi kenal dan ta'at kepada-Nya) Iblis itu berilmu, bahkan dia gurunya malaikat, karena ilmunya terlalu tinggi dia jadi sombong (tidak mau menaati perintah Allah), Iblis tidak mau sujud kpd Nabi Adam as. karena Nabi Adam menurut Iblis adalah makhluk, Setau ana org yg makin banyak ilmu dia semakin takut kpd Allah bukan menjadi sombong..

4:16 PM  
Blogger Eko SW said...

ow gitu ya syekh
ane sering karguzari ttg temen2 karkun yg mimpi ketemu Rasulullah
ane tanya : "mimpi ketemu rasulullah bener ga?"
jawab,"bener"
lanjut,"tmen2 tabligh pas khuruj sering mimpi ketemu Nabi"
dijawab,"kok tau itu nabi? kan ga pernah ketemu?"

walah, kesimpulannya, kalau yg mimpi salafy, baru bener..

hadeuh, cilaka deh..

5:24 PM  
Anonymous Slah Fikir said...

Memang kenyataan syech yg danai mereka Yahudi. Kebnyakan teman ana yg salafi dah pada sadar, mereka merasa aneh karena mereka di didik untuk membenci sesama muslim.

Klo mereka merasa benar dgn cara sholat mereka coba cek link ini, ni salafi dah sadar:

http://salafytobat.wordpress.com/

5:37 PM  
Blogger Eko SW said...

wah, temen saya pasti ga bakal nerima tuh! hehe

12:49 AM  
Anonymous Salah Fikir said...

Sabar aja syech, mereka itu memang tarbiah buat JT. Hidupkan aja Ta'lim Masjid setiap hari, InsyaAllah Majelis Yg batil Bakal disingkirkan Allah SWT (Memang Beda Amalan Yg Ikhlas Sama Yg Nggak)

1:51 AM  
Blogger denny said...

Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata: “Apabila kalian melihat seseorang berjalan diatas air atau dapat terbang di udara, maka janganlah mempercayainya dan tertipu dengannya sampai kalian mengetahui bagaimana dia dalam mengikuti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. Jika amalannya sesuai as sunnah, maka ia wali Allah, namun jika amalannya tidak sesuai dengan as sunnah, maka ia adalah wali syaithan”. [A’lamus Sunnah Al Manshurah hal. 193].
Itulah standart Imam Syafi'i dalam menilai seseorang, gampang kan bro.

5:51 PM  
Blogger Eko SW said...

maksudnya.... salafi terbang dan jalan di atas air? :D

10:08 PM  
Anonymous Abu Umar said...

@Herson...
Yupe...saya tidak menyangkal pendapat sdr.Herson tersebut, terlebih yang mengatakan bahwa 1+1=3 adalah salah karena dia tahu bahwa yang benar adalah 2, akan tetapi jika sdr. Herson juga langsung mengatakan salah terhadap 1+1=10 adalah salah tanpa menilik dan meninjau terlebih dahulu maka jelas ilmu dan kepaaham sdr. Herson tersebut masih perlu di perbaiki..
Semoga ilustrasi di atas bisa di tangkap maksudnya...

silakan simak diskusi ilmiah di
http://myquran.com/forum/showthread.php/21007-Kerancuan-Albani-Dalam-Menilai-Hadis/page6

Biar keliatan siapakah sesungguhnya yang taqlid buta bin ta'ashub dan fanatik terhadap golongannya...

12:09 AM  
Anonymous Anonymous said...

Asslmkm semuanya, saya bukan jamaah tabligh dan saya bukan salaf, setahu saya jamaah tabligh tidak sesat bahkan sangat islami, kalo salaf juga banyak berjasa dengan dakwahnya, gudangnya ilmu,banyak ahli ilmu, pintar tapi sepertinya kurang iman, saya jadi ingat hadits, barang siapa yang bertambah ilmunya tapi tidak bertambah imannya mka tidak kan bertambah padanya selain bertambah jauh dari-Nya, insya Allah siapaun Anda ( jamaah manapun / salaf/kholaf/tabligh dsb/ bahkan orang awam sekalipun yang tidak pernah meninggalkan shalat tahajud, dhuha, puasa senin kemis atau lebih baik lagi puasa nani Dawud )akan bisa merasakan sesat dan tidaknya seseorang atau suatu golongan, saran saya jika Anda belum mendawamkan hal diatas jangan terlalu cepat menilai dan menyimpulkan. wasslamkm wr wb

7:11 AM  
Anonymous Anonymous said...

Salafy dibagi tiga, nih setahu saya.
1.Salafy gadungan, yang kerjanya memecah belah umat Islam, disponsori Yahudi dan kroco kroconya. Salafi ini dikasih singkatan : SAhabat LAma FIr'aun.
2.Salafy beneran, bener benar salaf, maksudnya muslim. Sayangnya terpengaruh oleh tulisan tulisan salafy gadungan.
3. Salafy beneran yang tak terpengaruh oleh salafy gadungan dan punya prinsip Alquran dan sunnah.

Paham dengan ful sunnah bukan separoh separoh mengerti sunnah. Sunnah yang satu tidak menggugurkan sunnah yang lainnya. Maksudnya kalau anda mengamalkan sebuah sunnah tidak melabrak sunnah lainnya. Anda pakek jenggot tetapi tidak pakek tutup kepala. Ini mirip kambing. Atau Kening anda hitam karena sujud tetapi celana anda maleo leo (meyapu lantai/menutupi mata kaki) waktu salat. Intinya...setiap anda melakukan / mengamalkan sebuah sunnah, apakah ini melanggar sunnah yang lain., dengan begitu anda sedikit punya pertahanan terhadap salafi gadungan.

Sunnah bukan berarti sunat.

Sunat yang anda artikan berpahala dikerjakan dan tidak berdosa bila tidak dikerjakan.
Sunnah adalah semua contoh dan prilaku Rasulullah saw, yang wajib kita amalkan. Nanti akan ada orang orang bertanya, kalau begitu kita wajib beristri empat, kalau tak beristri 4 itu tidak sunnah, atau berdosa. Atau kita wajib salat malam sampai bengkak bengkak tumitnya, kalau nggak kita berdosa.

Ah...repot ngajarinnya. Makanya lebih baik Khuruj Fisabilillah 3 hari biar langsung Allah swt yang mengajari/ kasih kepahaman Agama/ disebut hidayah.

Apa keluar itu sunnah ? Berarti anda belum paham apa itu Keluar 3 hari 40 dan 4 bulan serta 1tahun. Coba buka http://myquran.com/forum/showthread.php/19282-Khuruj

Siap 4 bulan negri jauh

10:02 AM  
Anonymous Anonymous said...

Nih ketnggalan :
"Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam".
QS : Asy Syu'araa' 145

Salafi mana yang kadang kadang gurunya minta upah, atau berkelit saya tidak minta upah tetapi dikasih (soal redaksi didebatkan)
Kalau menyalahi Alquran itu pasti tidak sunnah. Coba lihatJemaah Tabligh adakah yang mengajak anda baik lapisan bawah sampai tingkat atas yang meminta upah ceramah atau dikasih upah ceramah ? Kalau mereka dikasih mereka akan menyebutkan surat diatas. Kecil makhluk kecil amplop, yang datang dari khasanah Allah swt jauh lebih besar

10:16 AM  
Anonymous Anonymous said...

Gerakan Wahaby-Salafy memang meresahkan...meresahkan karena cara kerja akalnya rusak..dan cara kerja akal yang rusak itu digunakan untuk mengajak orang lain kepada kerusakan...

6:16 PM  
Anonymous Anonymous said...

ass. berdebat itu kurang begitu baik, banyak faktor mempengaruhi kerja otak ketika memperhatikan segala sesuatu. terlalu beresiko sinergis antara nafsu, akal dan logika ditiap-tiap individu jika kita bawa dalam konteks argumen-argumen secara subjectif. antara watak dan perilaku kita kadang mudah terpengaruh dengan pendapat orang lain yang berseberangan. kurang dalam nya kita memahami suatu pokok permasalahan akan sangat sensitif kalau kita bertahan dimasing-masing posisi. Makna ilmu hakekatnya bukan menjadikan kita merasa sudah bisa, atau merasa lebih dari orang lain.. dan disinilah kerjanya syetan. .ironis sekali. banyak saudara2 kita yang masih awam, yg masih butuh bimbingan dalam memberantas kemusyrikan2. kejahilan2 ada dimana2. ilmu agama seakan2 tidak bermakna dalam pandangan kebanyakan umat islam.

...perlulah kita pahami maksud dan tujuan hidup kita di hadapan Alloh SWT
tolong menolonglah kita dalam setiap kebaikan, juga dalam menjahui kemungkaran. kita semua satu kalimah syahadat..satu badan.

masih banyak diluar sana saudara kita yang belum taat, belum islam, belum berilmu. masih banyak yg maksiat. sedikit sekali yang peduli dengan islam itu sendiri..kebanyakan mereka acuh,bahkan mereka benci terhadap islam itu sendiri.

jangan karena pertengkaran amal kita habis seperti pisau cukur yang mencukur habis.

Kedepankan Akhlak kita sebagaimana Akhlaknya Rosullulloh SAW
kita harus tetap tegas dengan prinsip2 ke Islaman, Keimanan
Tambah terus ilmu agama kita, perbaiki setiap niat kita, tingkatkan kualitas ibadah kita. dan Kita harus komitmen dengan Hukum/Syariat Islam. kuatkan silahturahmi. Bantu saudara2 yang lemah.

Namun semua haruslah dengan hikmah, bijaksana dan proporsional
Kita harus tetap semangat dan yakin bahwa Alloh SWT membimbing kita.
Dan karena Kita membantu agamanya Alloh...
sekalipun demikian, kita harus tetap tawadhu, rendah hati.
menghormati yang tua, memuliakan ulama, menyayangi yang muda..

Kita tidak tahu diposisi mana kita.. seberapa tinggi derajat kita dihadapan Allloh, seberapa banyak amal yg kita perbuat, seberapa banyak hak-nya ilmu yang kita sampaikan, seberapa benar keyakinan kita kepada Alloh SWT.
Alhamdulillah..mudah2n yg demikian ini kita bisa renungkan dalam hati.

10:15 AM  
Blogger Eko SW said...

@atasku : ini kemungkinan besar yg nulis karkun ya :)

10:18 AM  
Anonymous Anonymous said...

jamaah tolol itu kayak bunglon, gimana muslim bisa menang lawan yahudi dan nashara.ibadah mereka kayak mereka. muak kami melihat kemana-mana bawa kompor .dasar tukang pamer ,ibadah saja pake pamer segala, usaha dakwah tai kambing.kami akan melawan wahai jamaah tolol sampai hari kiamat,cara sholat aja pake niru-niru salafy wahaby.kalau ente ga sukia dengan kami, kami ga rela tanah suci kami di masuki oleh kalian. kalian buat saja tanah suci di kuburan si keparat maulana si penghuni neraka jahanam.gimana jamaah tolol??????

1:28 AM  
Blogger Eko SW said...

@mas salafi di atas

coba saya quote "kalau ente ga sukia dengan kami, kami ga rela tanah suci kami di masuki oleh kalian."

kan memang al-mahdi akan dikejar2 di baitullah?
tapi kemudian Allah menangkan dengan menenggelamkan tentara yang mengejar?

apa itu tentara amerika? bukan. teksnya jelas2 tentara kaum muslimin

apa itu .. siapa lagi kalau bukan salafi?

gampang kan menilai diri sendiri itu sesat? :)

5:47 AM  
Anonymous Anonymous said...

ketololan jamaah tabligh bin tolol bin dungu bin bodoh bin bunglon bin bau parfum kampungan bin kampungan alias ga mau bersihin diri dengan mandi, kaki sampai hitam ga terurus bin penyembah kubur si jahanam maulana bin khuruj di jalan maulana ilyas bin pamer kemana-mana kalau pake motor ga perlu pake helm cuma pake imamah tebelnya minta ampun kalau sujud bukan dahi yang nempel di t4 sujud tapi dasar tolol bin pendusta umat,eit kamu bisa bohongi orang awam, tapi kami TIDAK.....

1.saking tololnya bin dungunya bin bunglonnya, pada merapiin sandal orang daripada merapatkan barisan shofnya,sandal orang rapi berjejer tapi shaf si tolol berantakan-berantakan,tololololololollllllllllllllllllllllllllllll
2.dalam seminggu ada pertemuan di masjid yang di,kuasaiin mereka yang saking tololnya ngumpul cuma ngomongin, siapa yang beli ember,siapa yang beli sabun dan bla------- ini di bilang usaha dakwah,, usaha apa jual beli ember.
3 kalau kas masjid udah mulai banyakkan alias buanyak banget infaknya, mereka dengan muka beton alias ga tau malu alias mau masukin mulutnya dengan bara neraka jahanam,si tolol ini mulai bikin proyek di masjid dengan proyek yang kalau kita nilai sebagai orang awam, ga perlu-perlu amat di gunakan
4.saking pintarnya bila ada gengnya yang datang dari pakistan(negeri osama mati kafir) india (negeri temennya si tolol yang doyan joget chaya-chaya yang mereka sucikan) bangladesh (negeri penuh bencana begini di buat kota suci) langsung bisa menerjemahakan,hebaaaaaaaaaat hebaaaaaaaaaaaaaaaaaaat saking hebattttttttnya salah semua terjemahannya tolololllllllllllll
5 kalau sendirian persis bunglon.tapi pas gengnya datang buas bukan main

1:28 AM  
Anonymous Anonymous said...

USIR JAMAAH TOLOL TABLIGH INI DARI RUMAH-RUMAH KALIAN WAHAI KAUM MUSLIMIN KARENA MEREKA INI ANTEK-ANTEKNYA YAHUDI DAN NASHARA. MEREKA SESAT DAN MENYESATKAN.ADMIN GOBLOK BUAT BLOG GRATISAN SEGALA,GA MODAL.UANG PRIBADI MASUK KANTONG DENGAN MENIPU UMAT BERAMAL DI JALAN SI KEPARAT MAULANA ILYAS YANG KEMANA MANA BAWA KOMPOR.MAU DAKWAH LEWAT INTERNET PAKE YANG GRATISAN.ADN\MIN GOBLOK DAN TOLOL.FOTONYA AJA KAYAK PREMAN PASAR PAKE JAKET HITAM SEGALA .KATANYAMAU NEGAKKAN SUNNAH, COBA ADMIN GOBLOK DATANG KE T4 SALON FOTO PAKE GAMIS YANG PANJANG DAN IMAMAH YANG TEBALLLLLLL ,BIAR ORANG AWAM KAYAK KAMI SEMAKIN MENYADARI BAHWA KALIAN BENAR-BENAR JAMAAH TOLOL,........................................................................................

1:41 AM  
Blogger Eko SW said...

@salafi di atas
kesimpulan : mengkafirkan sesama saudara muslim, cuman gara2 sakit hati akibat dakwah banyak diterima, banyak ahli maksiat tobat (tapi, kalau menggunakan premis : ahli maksiat itu lebih baik dari ahli bid'ah, karena ahli maksiat tau kesalahannya dan ahli bid'ah tidak, wah saya ga bs berkata2 lagi)

mari, silahkan.
pada akhrnya semua mati, Allah yang putuskan

Hidup Salafi Sedunia! yiha!

4:10 PM  
Anonymous Anonymous said...

Sangat disayangkan. dalam perkembangan teknologi yg maju sekarang ini .. ternyata karakter individualitas sangat-sangat merubah sikat emosional seseorang.
Pengaruh negative perkembangan otak dalam setiap pola pikir individu, bisa memacu kecenderungan untuk merasa sakit hati, benci dan penolakan.
Ternyata hamper 90% filosopi berfikir bisa sangat dipengaruhi dari informasi, pengalaman masa lalu, fobia, rasa kekhawatiran, ke putus-asaan, serta pengaruh buruk lingkungan keluarga.
tulisan diatas yg terkonsep, hampir 95% dipengaruhi psikologis seseorang. kemampuan mengaktulisasikan sudah sangat dipastikan terpengaruh oleh over-emosional yg berlebihan..
Hati2 ..yg baik menulis atau pun yg membaca
Kecenderungan untuk merubah akan sangat sulit kalau mental terlalu lemah, watak yg keras, hati yg selalu menolak. Ini akan berdampak terhadap cara menyikapi suatu masalah, menghadapi seseorang (teman2nya, keluarganya, lingkungan terkecil maupun lingkungan terbesar).
kemampuan berargumentasi yg anti terhadap perubahan dan keadaan, terhadap wawasan dan informasi yang berkembang akan menimbulkan sikap arogansi yang sangat buruk.
Dalam teorinya.. faktor diatas juga dapat dilatarbelakangi dari pengalaman2 buruk yg dialami seseorang. cacat tubuh, cacat mental, jiwa kepemimpinan yg sempit, sifat ketergantungan yg buruk terhadap keluarga dan lingkungan, dan pengalaman pahit yang terjadi pada seseorang.
Maaf, sy sebagai akademisi dan usahawan sy khawatir dari sikap yg ada diatas, kecenderungan negative yang berlebihan memungkinkan anda akan menjadi sosok yg menakutkan bagi orang lain.
IRONIS, ketika anda belajar disekolah/madrasah sampai tingkat tertinggi, kemudian diiringi dengan pendidikan nonformal, kemudian membuat kumpulan-kumpulan terbatas yg membahas masalah2 agama, teori2 agama, praktek 2agama..dengan term/tempo yg TIDAK TERLALU LAMA. Menjadikan anda sebagai ‘kelompok / Individual Exclusive’ yg mendoktrin lebih saya lebih baik, diluar saya jelek, jahat, maksiat, munafik, fasik, sesat, kafir…atau dengan tema yang lebih sensitive anda memposisikan diri/kelompok anda meLABEL-kan diri bahwa kami ‘Dijamin Halal, No. 1, the Best of the Best, terbaik, paling sempurna, paling shahih, paling sholeh, paling mulia, paling alim…atau apa lagi…
..maaf seandainya anda memahami kontekstual ini, dan masih merasa perlu membalas dengan argument terbalik..maaf saya kira anda masuk dalam kategori ‘unhuman with split brain’ ..
Biasanya Otak senang untuk beragumen sekehendaknya. .’ya inilah kami, tidak perduli siapa kalian, dll..’
Namun, biasanya mental nya akan mudah goyah, merasa minder, merasa kerdil,
Secara fisik mungkin biasa2 saja. Diluar tampak pendiam, suka merenung, melamun, muka tampak gelap, suka menunduk, terlihat kerut-an dikening yg begitu menegangkan, tatapan mata tajam, berjalan cepat, suka menghindari orang lain, menyendiri, merasa takut, merasa lemah.
Dalam ke-seharian anda akan susah bergaul, susah mengembangkan aktivitas bekerja, dimusuhi orang lain, susah berkomunikasi, dalam berkeluarga tentunya akan sulit membentuk keluarga yang harmonis.

11:18 AM  
Blogger Eko SW said...

@atasku : ah, anonymous lagi.
benernya males ah nanggepi. anonim gitu.


teori psikologi ya? :)

kalau Muslim, sama2 jaga sholat berjama'ah 5 waktu di masjid tepat pada waktunya ya. sambut adzan

itu aja.


coba implementasikan. :)

11:23 AM  
Anonymous Anonymous said...

saya kutip :
Sombong itu sifat Iblis,yg bukan hanya benci yg HAQ & mrendahkn org lain ttpi juga trbaca pd sorotan mata,bahasa tubuh & tekann bahasa itu sendiri.ALLAH sgt benci sifat sombong(QS 57;23),& Siapapun tdk mnyukai sifat sombong bahkan org sombong sendiri tdk suka dg si sombong.Krn itu tdk ada cara paling jitu utk mnghancurkn sifat sombong itu,selain duduk mengaji lagi,duduk menegadahkn wajah pd guru mulia dg rendah hati.

12:05 PM  
Anonymous Anonymous said...

saya kutip:
Kiat HUSNUL KHOTIMAH hanya ALLAH mnentukn,inilh diantara ikhtiarnya:1.Taubat sunggh2,jgn prnah mngulangi ma'siyat & brbuat zholim lg,2.Sunggh2 taat,3.Bhakti pd ortu,ingat kisah Alqomah masa Rasulullah walau ahli ibadah krn mnyakiti ibunya sgt mnderita saat wafat,4.Minta maaf siapa yg prnah disakiti,5.Sgr lunasi hutang,6.Sholat tepat waktu,7,Sll wudhu,zikir,tahajud,subuh jamaah dimsjid,8.Doa husnul khotimh,9.Tawakal

12:07 PM  
Anonymous ex-JT said...

Hmmm.... inilah contoh nyata dr taklid dan ta'asub jamaah. Yaa ikhwani fillah. Timbanglah setiap perkara dgn apa yg Rasul perintahkan kita dgnnya. Muhasabah dirilah. Berdalil shahihkah apa yang kita anggap ibadah selama ini, tau kita sendiri kabur dengannya. Menuntut ilmu syar'i, fardhu ain. Tidak ada ruksah bagi siapapun krn Allah telah mudahkan bg yang mau. Tinggal skrg antum sekalian merasa perlu atau tidak ???

8:32 PM  
Anonymous Anonymous said...

Sombong, takabur, itu sifat tertingginya IBLIS
Ria dengan amalannya, Ria dengan ilmunya, Ria dengan Hartanya…Suuzdzon, berkata Dusta, bohong, tidak benar, fitnah, ghibah, buka Aib orang lain…adalah pekerjaan nya SYETAN.
Kerja SYETAN-IBLIS lebih HEBAT terhadap orang-orang yang BERDAKWAH,BERILMU, BERAMAL, dibandingkan orang2 awam-jahil-bodoh diluar sana!!.
Kita sibuk ngaji di halaqoh dengan LABEL DAKWAH..!!tapi ketika dilingkungan terdekat saja, misal keluarga sendiri, orangtua, mertua, sanak family apalagi tetangga kiri-kanan, dilain tempat yang jauh.. tidak ada tindakan yang konkret..klo hanya benci dalam hati saja (terhadap kemaksiatan dan kemungkaran) berarti IMAN kita dalam keadaan SANGAT2 LEMAH..

11:29 PM  
Anonymous Anonymous said...

terus terang..buat apa membela sana sini, atau berdiri disalah satu sisi hanya untuk pembenaran apa yang anda tahu..yang anda2 pelajari belum cukup untuk memposisikan diri anda dalam kesempurnaan dihadapan ALLAH SWT.

11:34 PM  
Anonymous Anonymous said...

sekalipun anda sedang belajar ilmu Agama Islam dimanapun..
Jangan SINIS terhdp sesama muslim yg lain..
PASANG BADAN2 ANDA DIDEPAN ORANG2 KAFIR SANA!!!!
atau DIDEPAN ORANG2 YG BERMAKSIAT!!!
atau DDEPAN ORANG2 ORANG2 YANG MEMUSUHI ISLAM!!!!
....

11:38 PM  
Anonymous Anonymous said...

atau HANYA DENGAN APA!!!!

11:41 PM  
Anonymous Omar Salim said...

ahh udah biasa itu jemaah tablik bikin cerita2 bohong ghoib. sudah banyak yang membuktikannya. teman saya yang keluar dari jamaah tablik dengan jujur menceritakan ketidak masuk akalan ajaran jamaah tablik. bahkan sering membuat cerita2 bohong tanpa dalil.

3:35 AM  
Anonymous Anonymous said...

anonymous anjing

11:18 PM  
Anonymous Anonymous said...

niscaya aku akan memenggal kepala para jamaah kompor dimanapun mereka berada sama seperti si murtadin kaum iain murtad yang coba-coba otak atik shahih muslim dan bukhari.

7:30 PM  
Anonymous Anonymous said...

si jamaah kompor ini sudah penuh otaknya dengan jaulah,,kitab setan fadhail amal dan kitab enam sahabat jadi ga perlu lagi d nasehati kecuali kita penggal kepalanya,,,,,

7:32 PM  
Anonymous Anonymous said...

jamah kompor sama dengan si syiah iran yang saat ini mau menantang dunia dengan menutup selat hormuz....sebenarnya si kafir syiah ini telah bekerja sama dengan si kafir amirika dan si kaum monyet yahudi dan juga syiah bersatu mengguncang dunia,.....buntutnya saudi arabia yang mereka sasar selanjutnya,....inilah tujuan besar mereka sama seperti si admin tolol jamaah kompor

7:35 PM  
Anonymous abu mush'ab said...

weleh2 kalau menasehati itu dengan Ilmu, supaya terangkat kebodohan dan taklid buta. Kembali kemazhab yang benar (sahih) itu lebh baik dan belum terlambat, yaitu jalannya para Nabi dan orang yg mengikuti dengan benar, bukan jalan orng yang sesat pengikut kebodohan dan tidak mau menerima nasehat. Smoga anda mau mendekati hidayah

1:02 AM  
Blogger Fikir Muslim Indonesia said...

wahai saudara penulis, saya sangat senang atas apa yang penulis paparkan diatas, dan saya harapkan penulis tetap istiqomah di jalan dakwah, sungguh perdebatan akan mematikan hati kita, maka kita perlu menghindarinya. Bismillah....

6:22 PM  
Anonymous Anonymous said...

harusnya banyak belajar alquran dan hadist, jangan mengagungkan mimpi, jadi artikelnya bikin ketawa..

1:19 AM  
Anonymous Anonymous said...

Blogger Eko SW said... : ke kuburan cari mimpi, ibadah yang penting khusu,membaca sim salabim sebanyak 700.000 kali, sampai teler baru bisa lihat tuhan

1:31 AM  
Anonymous Anonymous said...

Fatwa-fatwa Ulama Terakhir tentang sesatnya Jama’ah Tabligh

http://assalafi.wordpress.com/2007/11/09/fatwa-fatwa-ulama-terakhir-tentang-sesatnya-jamaah-tabligh/

1:35 AM  
Anonymous Anonymous said...

STUDI KRITIS PEMAHAMAN JAMA’AH TABLIGH DAN KITAB TABLIGHI NISHAB

http://abusalma.wordpress.com/2007/01/03/studi-kritis-pemahaman-jama%E2%80%99ah-tabligh/

1:38 AM  
Blogger Eko Suprapto Wibowo said...

fatwa2 ulama terakhir... 2007? 5 tahun yg lalu?

cb diupdate... :)

1:38 AM  
Anonymous Anonymous said...

Saudara-saudara sesama muslim bermanhaj asunnah wal jamaah, hati-hati terhadap gerakan firqoh-firqoh sesat yang mengatasnamakan islam seperti : JT, LDII, AHMADIYYAH,SYIAH, sangat berbahaya, khusunya bagi kaum muda yang masih sedikit ilmunya, maka bentengilah diri kita dengan mempelajari Islam secara HAQ yaitu islam berdasarkan tuntunan Rasulullah SAW, serta generasi sahabat yang merupakan gebnerasi terbaik dalam sejarah Islam

1:49 AM  
Anonymous Anonymous said...

Betul..cooy.. maklum saya hanya tukang ojek sama kaya ente, bedanya saya dapat hidayah ente belum ..

1:52 AM  
Blogger Eko Suprapto Wibowo said...

mas, njenengan itu pakai nama anonimus. artinya, ga mau bertanggung jawab atas apa yg disampaikan tadi.

saya ini dulu ga sholat. ga mikir agama. temen2 tabligh datang dan ajak2 saya sholat jamaah.

alhamdulillah skrg saya dah sholat jamaah, insya Allah istiqomah.

dulu, pas saya masih kufur gitu, Anda2 dan golongan Anda kemana? sibuk kajian di masjid dan lupa datangi kami?


terus, begitu saya sudah ikut ma temen2 tabligh ini u/ perbaiki agama dan sama2 ajak2 perbaiki amalan agamaa.. Anda tuduh kami sesat?


logika sehat yg bagaimana yg dipakai?

seriously, sakjane saya ga mau ah ikut2an ma debat salafi Vs. Tabligh, tapi .. sptnya Anda masih baru2 aja ya ikut salafi.. jadinya .. ya gitu deh.. :D

salam kenal

1:53 AM  
Blogger Nabila Interior Design said...

Bismillah, perlu kiranya kita kembali kepada agama Allah secara khafah tentunya dengan pemahaman genarasi terbaik umat ini yang Allah telah meridhoinya.mari kita rujuk kepada para ulama khibar kita sehingga tidak tersesat. Semoga aktifis JT Allah beri hidayah untuk kembali kejalan yang haq dan tidak menyebarkan kebid'ah lebih-lebih kesyirikan. Tobatlah para aktivis JT.

11:21 PM  
Blogger Nabila Interior Design said...

ada 2 rukun yang harus ada dalam sebuah ibadah 1.ikhlas hanya menggapai ridlo Allah semata.2. Mutabaah yaitu mengikuti apa yang dicontohkan oleh Rasululloh, Semua mesti pakai ilmu. Mari kita merujuk ke para ulama tentang agama.Semoga Aktifis JT Allah tunjukan Hidayah untuk mau menntut ilmu, memahami dan mengamalkan sehingga tidak tersibukan dengan program bid'ah bahkan mengajarkan kesyirikan dosa yang sangat Allah Murkai sehingga tidak terampuni. Semoga Aktivis JT dimanapun bisa merenungi dan bertaubat dari jalan yang salah.

11:31 PM  
Blogger Nabila Interior Design said...

Bersegeralah untuk Taubat sebelum maut menjemput para Aktivis JT.

11:33 PM  
Blogger Nabila Interior Design said...

kenapa para Aktivis JT tidak paham ILMU itu karena kalian meninggalkan dari mempelajarinya, Capailah kemulian dengan menutut, mengamalkan dan mengajarkan ilmu agama ini dengan benar. Pelajari, tadaburi Al Qur'an dan sunah dengan pemahaman generasiterbaik umat ini yaitu para sahabat.

11:45 PM  
Blogger Nabila Interior Design said...

Orang JT harus belajar Bahasa Arab nahwu dan sorof, Shahih Bhuhari dan Muslim serta kitab-kitab para ulama lainya seperti lu'matul itiqad Imam Ibnu Qudamah misalnya, sehingga ketika berdialog pakai hujah.Jangan perturutkan hawa rujukanlah kita ke ilmu,Jangan malas untuk belajar sebelum da'wah agar bisa menjadi penyejuk umat, ditengah-tengah kejahilan yang meraja lela.Islam sudah sempurna tinggal kita yang harus terus belajar.Belajar dan matengin ilmu baru antum da'wahkan.

2:46 AM  
Blogger Nabila Interior Design said...

Ingat bejar dulu yang mateng baru da'wah.Da'wahkan yang pertama ke kekeluarga kita baru lingkungan dan masyarakat umumnya. Ingatkan istri dan anak perempuan kita untuk berhijab dulu sblm orang lain, ingatkan anak kita untuk sholat seperti rasul sholat sblm mengingakan orang lain,Ingatkan keluarga untuk memurnikan tauhid kpd Allah sblm keorang lain.Ingatkan keluarga kita bahwa rasul melarang tawasul dengan orang mati sblm keorang lain.Kita kita berusaha untuk ilmiah insyaAllah Allah akan mudahkan kita.

2:54 AM  
Blogger Eko Suprapto Wibowo said...

Tetangga sblh mau jatuh ke jurang, dia buta.
apakah kita harus paham seluk beluk buta, jurang dsb, baru cegah tu orang?

Datengi aja, ajak k tmpt yg aman.
Ajak aj.

Ga rumit kok

2:57 AM  
Blogger Nabila Interior Design said...

Perdebatan akan berakhir kalau kita mau rujuk sama Al Qur'an dan sunah sumber hukum bagi setiap muslim.

2:57 AM  
Blogger Nabila Interior Design said...

Semua Aktivis JT harus mau belajar lagi yah...

3:00 AM  
Blogger Eko Suprapto Wibowo said...

Tetangga sblh mau jatuh ke jurang, dia buta.
apakah kita harus paham seluk beluk buta, jurang dsb, baru cegah tu orang?

Datengi aja, ajak k tmpt yg aman.
Ajak aj.

Ga rumit kok

3:04 AM  
Blogger Nabila Interior Design said...

belajar lagi ya......ingat.....belajar dan belajar,.....Siapa yang Allah kehendaki kebaikan maka Allah akan faqihkan dia dalam urusan agamanya,..Barang siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan mudahkan jalan menuju jannahNya.(Al Hadist )mari kita belajar...............

8:52 PM  
Blogger Hilal Basyaib said...

buat apa bercerita panjang lebar disini,disini bukan tempat(media) untuk beradu argumen..
mari sama2 kita memberikan doa(hidayah) untuk umat ini.. mari kita belajar mendalami sesuatu yang baru dalam agama ini.. para ustad semua,masya allah..mengadu bukan di blog atau jejaring sosial semata.. melainkan di sepertiga malam untuk saling mendoakan. amiin

8:37 AM  
Anonymous Anonymous said...

they are WAHHABY, NOT SALAFY, they don't deserve it!

11:40 PM  
Anonymous Anonymous said...

Ya Allah Yg memberi hidayah kepada siapa saja yg dikehendaki...
kasihanilah kami umat kekasih-Mu Muhammad SAW, setelah ribuan tahun ayat-ayat Mu yg suci terjaga dalam kebenaran yg hakiki, kini kami kami terpecah antara sunnah dan bid'ah.
kami mencaci dan menghujat saudara-saudara kami seiman, kami memusuhi mereka karena kami meyakini bahwa kami adalah yg benar.
sungguh kami sudah takabur dalam iman di jalan-Mu...
Ya Rabb... Kepada siapa kami bertanya setelah Kau ambil utusan-Mu yg kami cintai?
Siapakah selain Engkau yg dapat menunjukan mana yg Haq dan mana yg batil?
Ya Allah pemilik Langit dan Bumi, sungguh kami berserah diri kepada-Mu atas apa yg kini menimpa kami, karna Hanya Engkaulah tempat kami berserah diri.
Ya Rahman ya Rahiim, jadikanlah sholat dan sabar sebagai penolong kami, datangkanlah hidayah-Mu dalam setiap tetes air mata dan taubat kami...
Ya Allah yg membolak-balikan hati, berilah kami petunjuk dan hidayah-Mu, jangan kau tinggalkan kami dalam kesesatan di jalan-Mu, sungguh kami ini buta dan celaka tanpa petunjuk-Mu
Ya Rabb... Hanya kepada-MU lah kami menyembah, hanya kepada-Mu lah kami memohon, dan hanya kepada-Mu lah kami berserah diri. Amiin...

6:43 PM  
Anonymous MohonPenjelasan said...

Assalammualaikum

Mohon maaf saya hanya mau menanyakan sedikit pertanyaan yang mengganjal di hati saya sampai detik ini. Di perusahaan saya bekerja mempunyai Corporate Culture yang identik sekali dengan Jamaah Tabligh. Salah satunya adalah Itikaf.

Beberapa pertanyaan saya adalah :

1. Dalam surat edaran yang diedarkan kepada seluruh karyawan laki-laki perusahaan saya disebutkan disitu : wajib itikaf 3 hari dalam sebulan. Pertanyaan saya adalah apakah mewajibkan dalam perusahaan seperti tersebut diatas merupakan salah satu metode dari teman2 Jamaah Tabligh untuk mengumpulkan jamaahnya?

2. Saya pernah bertanya jawab dengan beberapa karkun, pada waktu itu saya mengajukan pertanyaan : Kalau bapak disuruh memilih apakah mendahulukan Khuruj ke IPB atau Naik Haji? Jawaban mereka adalah sama yaitu Khuruj ke IPB. Pertanyaan saya apakah Khuruj ke IPB bisa disetarakan dengan Naik Haji yang jelas merupakan Rukun Islam? Untuk bisa dipertimbangkan juga bahwa dana untuk Khuruj ke IPB sebenarnya bisa dipergunakan untuk Naik Haji.

3. Saya pernah menemukan pada saat jamaah door to door untuk mengajak Sholat Magrib kebetulan salah satu rumah adalah rumah orang yang tidak seiman dengan kita. Oleh sang pemilik rumah sudah ditolak dengan halus bahwa sang pemilik rumah berbeda iman, tetapi jawaban dari jamaah tersebut adalah : “Ya gapapa pak, pokoknya dateng aja ke masjid” Pertanyaan saya apakah harus sampai begitu cara mengajak orang lain? Dimana rasa saling menghormati antara kita dalam masyarakat?

Mohon maaf mungkin itu beberapa dari pertanyaan yang mengganjal di hati saya dan mudah-mudahan saya bisa mendapatkan penjelasan dari teman-teman Jamaah Tabligh untuk pertanyaan-pertanyaan saya. Terima kasih.

Wassalammualaikum.

8:33 AM  
Anonymous Anonymous said...

Aneh ne knapA salapi sukanya menghujat doank n menvonis bidaah muslim yg laenx y?kok jt mkin dihina mkin berkembang y?sedangkan salafi kian dimusuhi masyarakat krna gampang sekali menyesatkan mengkapirkan muslim laenx.trus sodara2islam qt yg masih blom mau sholat tc tggung jawab siapa donk.n klo salafi yg katax uda berilmu mau trjun langsung kemasyarakat untuk men gajak peminum penjudi n preman2yg lainx tuk sadar nh mau kemasjid demi allah saya sekeluarga pasti akan bergabung dgn salafi yg katax hebat n cuma bisa slahkan islam yg laenx.....insyaallah

12:06 AM  
Blogger Eko Suprapto Wibowo said...

Halo Mas MohonPenjelasan,
saya coba tanggapi ya. Tapi jangan anggap ini pendapat semua temen2 Tabligh secara umum, ini saya secara pribadi.

1. Mungkin juga.
Misalnya, saya kalau punya PT sendiri, dan saya aktif dalam Tabligh, maka saya akan senang sekali memberikan program empowering seperti itu. Why? ya tentu saya senang kalau pegawai saya pada jaga lima waktu di masjid.
Di jogja juga ada guru2 yang mengadakan program iktikaf 3 hari ini ke siswa2nya. Dan tanggapannya bagus.

2. Ada teman karkun saya yang haji dulu, baru IPB.
Komentarnya, "saya nyesal ga IPB dulu. ruh dakwah kurang kuat". selanjutnya dia sarankan saya kalau bisa IPB dulu, baru haji. ini, menurut saya pendapat pribadi. Dia kasih alasan, jamaah haji kalau disana ga ada program dakwah, maka selama masa haji, jadi tidak terprogram kegiatannya.

3. Ga juga.
ada juga teman yang setelah itu minta maaf karena setelah bicara panjang lebar, ternayta dia non muslim.

ok? :)

Last but not least, saya kadang ga bisa berkata2 juga : apa mungkin saya membuat semua orang suka ya dengan tabligh? rasanya, kalau Anda mau mencari, tetep saja ada kurang2nya. Coba saya pikirkan kurang2nya :
1. kebanyakan teman2 disini dari golongan bawah secara sosial dan pendidkan. Maka Anda bisa memberi stigma, orang tabligh kurang berpendidikan.

2. mengabaikan hak anak istri, karena ditinggal lama

3. ... banyak deh


tapi saya pribadi :

1. bisa menyatukan orang2 dari berbagai golongan sosial yg berbeda. Ini, luar biasa sekali. mantan pengedar dan polisi saling menghormati .. makan dalam satu nampan.

ah itu saja lah. akhirnya saya simpulkan, kalau dari awal sudah tidak _mau_ menyukai, rasanya akan susah melihat kebaikannya. namun kalau dari awal memang sudah jatuh hati, hal2 yg minor, akan bisa terabaikan. Nah, itu saya :)

nuwun

8:30 PM  
Anonymous younedi_msj@yahoo.co.id said...

Dari tahun 2002 sampai sekarang 2012, saya sudah banyak diskusi tentang fitnah2 yang dilontarkan new salafi ini, mulai dari mataram-lombok NTB, Medan-sumut sampai dikaltim, tapi saya belum pernah menemui satu orangpun new salafi yg berilmu dan mempunyai pengetahuan agama yg memadai.
kesan yang saya dapati terhadap orang-orang new salafi ketika dialoq adalah KUMPULAN ORANG-ORANG BODOH, KERAS KEPALA, PENGECUT, LICIK, MENGHALALKAN SEGALA CARA DAN TAQLID BUTA THD GOLONGANNYA. DAN MEREKA TIDAK SEGAN-SEGAN MENENTANG ULAMANYA SENDIRI YAITU IBNU TAIMIYAH. DAN CELAKANYA MEREKA JUGA TAK SEGAN-SEGAN MENGHARAMKAN APA YANG DIHALALKAN AL-QURAN DAN AL-HADIS DEMI TERCAPAINYA DOKTRIN-DOKTRIN DARI ULAMA-ULAMA MEREKA YANG KESIANGAN. MAKANYA SAYA DAN TEMAN-TEMAN YG MENGERTI AGAMA MENAMAI MEREKA ADALAH GOLONGAN PERUSAK AKIDAH UMAT ISLAM DAN JADI DURI DALAM DAGING DITUBUH UMAT ISLAM SENDIRI.
Saya tidak berbicara omong kosong TANPA BUKTI, Berikut saya cantumkan hal-hal yang diharamkan (bid’ah dholallah fii naar) dan yang diangap syirik oleh new salafi ternyata tertuang jelas dalam ucapan ibnu taimiyah, Al-hadist dan kitab yg paling mulia yaitu Al-Quran:
1. Adapun Perbuatan yg dianggap bid’ah dholallah fii naar antara lain :
1.1. mengusap wajah ketika berdoa
1.2. yasinan dan takziah 3 hari, 40 hari, dan 100 hari serta berzikir (menetapkan dzikir 200 kali, 70 ribu kali
1.3. berdoa bersama (doa berjema’ah) baik setelah sholat maupun diluar sholat dan bersalaman setelah sholat
1.4. merayakan maulid nabi dan isra mi’raj.
1,5. mengirim doa kpd simayit mukmin ( pahala org hidup utk org mati) selain anak yg sholeh
1.6. Menolak adanya bi’dah hasanah yg telah dipaparkan imam syafi’i ( seorang slafush sholeh dan termasuk generasi terbaik ketiga )
1.7. Mendirikan partai islam
1.8. khuruj orang jemaah tabliqh 3 hari /bln, 40 hari/thn dan 4 bulan
2 Adapun Perbuatan yang dianggap syirik oleh mereka adalah :
2.1. tawasul dan tabarak
2.2. mendirikan kuburan disisi atau diatas mesjid.
insya Allah saya bisa menjelaskan secara detail point to point diatas yang dianggap bid’ah dan syirik oleh mrk adalah dusta dan fitnah belaka dengan dalil yg tak terbantahkan yaitu Al-Quran dan Al-hadist.
Dan saya paling benci melihat orang yg BODOH dan LICIK yaitu orang hanya berani berbicara dengan orang-orang awam dan TIDAK BERILMU (baik dipengajian mrk, selebaran dan internet/blog tapi tidak berani berdialoq jika ditantang oleh orang-orang yg berilmu.
agar tidak terjadi fitnah silahkan saudara-saudaraku yg new salafi atau siapa saja yg berpandangan seperti golongan new salafi utk membahas poit diatas atau poin lain (bid’ah dan syirik versi new salafi) mengirim keemail saya yaitu younedi_msj@yahoo.co.id atau younedi@beraucoal.co.id.
dan saya minta pd penulis diblog ini untuk memuatnya sehingga angapan bahwa :
orang-orang new salafi adalah KUMPULAN ORANG-ORANG BODOH, KERAS KEPALA, PENGECUT, LICIK, MENGHALALKAN SEGALA CARA DAN TAQLID BUTA THD GOLONGANNYA. DAN MEREKA TIDAK SEGAN-SEGAN MENENTANG ULAMANYA SENDIRI YAITU IBNU TAIMIYAH. DAN CELAKANYA MEREKA JUGA TAK SEGAN-SEGAN MENGHARAMKAN APA YANG DIHALALKAN AL-QURAN DAN AL-HADIS DEMI TERCAPAINYA DOKTRIN-DOKTRIN NEW SALAFI. BISA TERRBANTAHKAN
semoga bermanfaat
salam
Younedi

8:27 AM  
Anonymous Anonymous said...

Dari tahun 2002 sampai sekarang 2012, saya sudah banyak diskusi tentang fitnah2 yang dilontarkan new salafi ini, mulai dari mataram-lombok NTB, Medan-sumut sampai dikaltim, tapi saya belum pernah menemui satu orangpun new salafi yg berilmu dan mempunyai pengetahuan agama yg memadai.
kesan yang saya dapati terhadap orang-orang new salafi ketika dialoq adalah KUMPULAN ORANG-ORANG BODOH, KERAS KEPALA, PENGECUT, LICIK, MENGHALALKAN SEGALA CARA DAN TAQLID BUTA THD GOLONGANNYA. DAN MEREKA TIDAK SEGAN-SEGAN MENENTANG ULAMANYA SENDIRI YAITU IBNU TAIMIYAH. DAN CELAKANYA MEREKA JUGA TAK SEGAN-SEGAN MENGHARAMKAN APA YANG DIHALALKAN AL-QURAN DAN AL-HADIS DEMI TERCAPAINYA DOKTRIN-DOKTRIN DARI ULAMA-ULAMA MEREKA YANG KESIANGAN. MAKANYA SAYA DAN TEMAN-TEMAN YG MENGERTI AGAMA MENAMAI MEREKA ADALAH GOLONGAN PERUSAK AKIDAH UMAT ISLAM DAN JADI DURI DALAM DAGING DITUBUH UMAT ISLAM SENDIRI.
Saya tidak berbicara omong kosong TANPA BUKTI, Berikut saya cantumkan hal-hal yang diharamkan (bid’ah dholallah fii naar) dan yang diangap syirik oleh new salafi ternyata tertuang jelas dalam ucapan ibnu taimiyah, Al-hadist dan kitab yg paling mulia yaitu Al-Quran:
1. Adapun Perbuatan yg dianggap bid’ah dholallah fii naar antara lain :
1.1. mengusap wajah ketika berdoa
1.2. yasinan dan takziah 3 hari, 40 hari, dan 100 hari serta berzikir (menetapkan dzikir 200 kali, 70 ribu kali
1.3. berdoa bersama (doa berjema’ah) baik setelah sholat maupun diluar sholat dan bersalaman setelah sholat
1.4. merayakan maulid nabi dan isra mi’raj.
1,5. mengirim doa kpd simayit mukmin ( pahala org hidup utk org mati) selain anak yg sholeh
1.6. Menolak adanya bi’dah hasanah yg telah dipaparkan imam syafi’i ( seorang slafush sholeh dan termasuk generasi terbaik ketiga )
1.7. Mendirikan partai islam
1.8. khuruj orang jemaah tabliqh 3 hari /bln, 40 hari/thn dan 4 bulan
2 Adapun Perbuatan yang dianggap syirik oleh mereka adalah :
2.1. tawasul dan tabarak
2.2. mendirikan kuburan disisi atau diatas mesjid.
insya Allah saya bisa menjelaskan secara detail point to point diatas yang dianggap bid’ah dan syirik oleh mrk adalah dusta dan fitnah belaka dengan dalil yg tak terbantahkan yaitu Al-Quran dan Al-hadist.
Dan saya paling benci melihat orang yg BODOH dan LICIK yaitu orang hanya berani berbicara dengan orang-orang awam dan TIDAK BERILMU (baik dipengajian mrk, selebaran dan internet/blog tapi tidak berani berdialoq jika ditantang oleh orang-orang yg berilmu.
agar tidak terjadi fitnah silahkan saudara-saudaraku yg new salafi atau siapa saja yg berpandangan seperti golongan new salafi utk membahas poit diatas atau poin lain (bid’ah dan syirik versi new salafi) mengirim keemail saya yaitu younedi_msj@yahoo.co.id atau younedi@beraucoal.co.id.
dan saya minta pd penulis diblog ini untuk memuatnya sehingga angapan bahwa :
orang-orang new salafi adalah KUMPULAN ORANG-ORANG BODOH, KERAS KEPALA, PENGECUT, LICIK, MENGHALALKAN SEGALA CARA DAN TAQLID BUTA THD GOLONGANNYA. DAN MEREKA TIDAK SEGAN-SEGAN MENENTANG ULAMANYA SENDIRI YAITU IBNU TAIMIYAH. DAN CELAKANYA MEREKA JUGA TAK SEGAN-SEGAN MENGHARAMKAN APA YANG DIHALALKAN AL-QURAN DAN AL-HADIS DEMI TERCAPAINYA DOKTRIN-DOKTRIN NEW SALAFI. BISA TERRBANTAHKAN
semoga bermanfaat
salam
Younedi

8:28 AM  
Anonymous zimo said...

ass.rujukan tertinggi kita adalah Al-qur'an dan al-hadits tapi kalau cara penyampaiannya tidak mengikuti cara sunah jadinya susah dan menyakitkan bahkan tampak jahil.kawan salafi maupun jt kalau benar tujuan kita sama-sama untuk menegakan kalimah lailahaillalloh, insyaalloh kita bisa duduk bersama,bermusyawarah, bersilaturahim, saling memperbaiki,melengkapi,dan saling memahami dengan landasan kasih sayang dan saling memuliakan, saling jaga agar teman bicara kita jangan sampai terhina dihadapan Alloh maupun mahluk karena celaan dan keterbatasan kita.Insyaalloh

12:13 AM  
Anonymous Free Islamic Wordpress theme said...

Download free islamic wordpress theme from http://www.islam-muslim.net/wordpress-islam-free-islamic-wordpress-theme/

8:50 AM  
Anonymous Anonymous said...

buy a DvfAJNHW [URL=http://www.replica--designerhandbags.weebly.com/]replica bags[/URL] , just clicks away kUOdHhyJ [URL=http://www.replica--designerhandbags.weebly.com/ ] http://www.replica--designerhandbags.weebly.com/ [/URL]

2:56 AM  
Anonymous Anonymous said...

check this link, cOMtacVt [URL=http://www.replica--designerhandbags.weebly.com/]fake bags[/URL] at my estore KQGQcgcO [URL=http://www.replica--designerhandbags.weebly.com/ ] http://www.replica--designerhandbags.weebly.com/ [/URL]

3:01 AM  
Anonymous Anonymous said...

view jyrRaMsj [URL=http://www.ugg--outlet-online.blogspot.com/]ugg boots bailey button[/URL] suprisely YLLaXxAg [URL=http://www.ugg--outlet-online.blogspot.com/ ] http://www.ugg--outlet-online.blogspot.com/ [/URL]

4:28 PM  
Anonymous Anonymous said...

Survival Of Social Enterprises In The Current Economic ScenarioFrom teeth whitening to dental implants in Toms River, patients turn to Dr. Stan Mahan and his experienced staff for all of their dental health needs. Further proof of their continual commitment to providing patients with lasting smiles can be seen through free whitening for life offer available via the practice's website for new patients.[url=http://www.cheaptomsbuy.com]Cheap Toms[/url] Toms Shoes Sale From teeth whitening to dental implants in Toms River, patients turn to Dr. Stan Mahan and his experienced staff for all of their dental health needs. Further proof of their continual commitment to providing patients with lasting smiles can be seen through free whitening for life offer available via the practice's website for new patients. [url=http://www.cheaptomssite.com]Toms Online[/url] Women with high-heels generally are believed as beautiful, fashionable and noble. But high-heels don't clothing for every woman. Some humans feel added adequate with flats. Yes, flats can also accomplish women attending blue-blooded and fashionable. Try Toms. [url=http://www.tomsfans.com]Toms Oultet Store[/url] Sperry Top-Sider Largo
Relate Artcile

[url=http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3603281999827273418&postID=6790472666801531921&page=1&token=1367022848885]wholesalewonderful toms women shoes for cheap price[/url]
[url=http://shownd.com/]offerwonderful toms women shoes for cheap price[/url]

6:25 PM  
Anonymous Anonymous said...

ciri orang berilmu menghindari debat.. mengajak kepada yg baik dan mencegah mungkar...

dari praktek dan komentar disini saja kita bisa menilai mana yg berilmu dan berbicara dgn dasar Al Quran dan Sunnah dan mana yg berbicara dgn pendapat pribadi, hanya membela kelompoknya karena sudah merasa nyaman dgn kelompoknya.

Intinya dakwah mengajak kepada kebenaran, bukan hanya mengajak org shalat di masjid... tapi kesyirikan tidak dicegah...
dakwah mencegah seseorg berbuat kemungkaran, namun dari jamaah tabligh jarang yg mengingatkan dari kemungkaran, didaerah sy yg preman tetap preman, yg syirik ikut memberikan sembahan kepada laut juga masih tetap...

kesuksesan dakwah bukan sekedar berhasil mengajak org bnyk ke masjid, tapi bagaimana org2 bisa masuk ke dalam islam secara menyeluruh, melaksanakan perintah Allah, dan menjauhi larangan Allah...

Jika tidak ada yg mengingatkan umat dari aliran sesat, maka siapa lagi? bukankah dulu Nabi memecah belah antara yang haq dan yg bathil ??

wallahu ta''ala a'lam...
semoga Allah senantiasa menunjukkan yang haq adalah haq agar kita dpt mengikutinya, dan yg bathil adalah bathil agar kita dpt menghindarinya...
semoga Allah melembutkan hati-hati kita... sehingga kita mampu menerima yg haq..

hanya kepada Allah kita mengharapkan pertolongan dan petunjuk..
karena hidayah semata-mata dari Allah..

mari terus belajar agama, karena ilmu agama ini luas... setiap sisi hidup kita sudah diatur dalam agama...

6:01 PM  

Post a Comment

<< Home